Minyak Oles Bokashi Mengalir Diterima Konsumen

0
39
Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr. menunjukkan replika Minyak Bokashi

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menegaskan, ketika meluncurkan perdana Minyak Oles Bokashi tahun 1997, atau 25 tahun yang silam sepertinya mengalir begitu saja yang ternyata diterima masyarakat Bali, berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

“Saya waktu itu tidak banyak membaca tentang trend manajemen, strategi manajemen atau marketing manajemen,” kata Dr. Wididana yang akrab disapa Pak Oles ketika menjawab pertanyaan WS Artha, SE, SH, pewawancara “MyWORLD TV Channel” belum lama ini.

Alumnus Program Pasca Sarjana (S-2) Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang menambahkan, brending waktu itu belum dikenal, yang menjadi penekanan mempunyai nama unik, memiliki nilai jual, fermentasi, teknologi Effective Microorganisms (EM) dan berasal dari Pulau Bali.

“Upaya yang saya gali itu diyakini keampuhannya oleh Prof Gede Konten yang waktu itu menjabat Ketua Pengembangan Obat Tradisional dan saya sendiri waktu itu tidak tahu apakah benar atau tidak,” tutur pria kelahiran Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, sekaligus tempat peluncuran perdana produk yang kini dipercaya sebagai obat keluarga masyarakat Indonesia.

“Berarti Minyak Oles Bokashi yang telah didaftarkan di empat negara yakni Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia  memang benar-benar mempunyai kualitas, pengalaman dan standarisasi teknologi seperti yang diuratakan Prof Gede Konten,” tutur WS Artha menegaskan ungkap Dr. Wididana.

Suami dari Komang Dyah Setuti, SSn. M.I.Kom menjelaskan, Lengis Arak Nyuh ramuan minyak tanaman obat yang difermentasi secara alami di atas tungku dapur tradisional warisan leluhur bertransformasi menjadi Minyak Oles Bokashi dengan sentuhan teknologi  Effective Microorganisme (EM) dari Jepang.

“Produk kata oles itu adalah bahasa pengobatan khas Bali, oleskan atau simbuh,  berdasarkan kata itulah saya promosikan, padahal itu dua kata arti (dualisme) arti yakni  kata oles itu juga juga berarti kata aksi, tapi kata oles dalam lontar itu berarti bahasa penyembuhan, oleskan atau pijat,”Dr. Wididana yang mengaku mendapat acungan jempol dari sejumlah tokoh masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini