Pertanian Organik Jadi Tren Hasilkan Pangan Sehat

0
55
Dua orang petani sedang memanen kacang panjang di kawasan Renon, Denpasar.

Hasil pertanian organik kini menjadi tren untuk menghasilkan bahan pangan yang sehat, sehingga produk apapun yang dihasilkan dari pertanian organik tanpa sentuhan bahan kimia akan mampu menghasilkan uang.

“Produk pertanian organik yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi, dibanding hasil pertanian secara umum juga mendukung industri makanan, minuman dan kosmetik,” kata Pakar pertanian organik, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang juga Direktur Utama PT Songgolangit Persada pada Webinar zoom topik “Praktisi Mengajar Pengembangan Pertanian Perkotaan” dihadapan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Nasional (Unas) Jakarta, baru-baru ini.

Dr. Wididana yang juga akademisi Universitas Nasional Jakarta dalam mata kuliah yang dipandu dosen Unas Ir, Inkorena GS Sukartono, M.Agr menekankan, semua pihak lebih fokus mengembangkan pertanian organik karena pasarannya yang cukup menjanjikan.

Bahkan sejumlah negara maju seperti Korea sengaja mengintensifkan pengembangan pertanian organik untuk mendukung memajukan industri kosmetik dengan sasaran kaum milenial.

Berkat terobosan yang dilakukan industri kosmetik Korea, termasuk mendaur ulang produk-produk yang sudah tua yang tidak diminati konsumen, ternyata membuahkan hasil yang gemilang, karena produknya menembus negara lain seperti Prancis.

Dr. Wididana adalah agen tunggal yang memproduksi dan menjual pupuk hayati Effective Microorganisms 4 (EM4) ke seluruh daerah di Indonesia yang mendapat lisensi dari EM Research Organization (EMRO) Jepang.

Apapun produk yang dihasilkan dari pertanian organik akan laris di pasaran, karena masyarakat dan konsumen mulai menyadari bahan pangan organik akan mendukung kesehatan umat manusia dan umur panjang.

Orang Amerika memiliki konsep bekerja membuat uang, artinya mereka membuat produksi yang bisa dijual, sementara kita di Indonesia selama ini mempunyai konsep mencari uang, kita sendiri akhirnya bingung mencari uang ke sana-kemari, ujar Dr. Wididana. https://linktr.ee/em4 #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini