EM Dukung Pengembangan Budidaya Perikanan

0
37
Staf Ahli PT. Songgolangit Persada Ir. I Gusti Ketut Riksa dalam sebuah aktivitas.

Oleh: I Gusti Ketut Riksa

Effective Microorganisms (EM) adalah teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Masih dalam kaitannya dengan perikanan yakni pemeliharaan ikan di tambak, kolam maupun aquarium.

Jika menemukan adanya beberapa masalah dapat disarankan hal-hal sebagai berikut.  Apabila ikan peliharaannya kurang nafsu makan, dapat diberikan jamu yang dibuat dari ekstrak buah pisang yang masak.

Jika ikan kelihatan kurang lincah dapat diberikan jamu yang terbuat dari ekstrak bawang putih. Jamu-jamu itu disemprotkan pada pakan sebelum pakan itu diberikan pada ikan.

Cara membuat jamu dari ekstrak pisang yakni 10 kg pisang masak diblender halus ditambah dengan 20 liter EM aktif diaduk merata, biarkan selama 24 jam (satu hari) untuk fermentasi, dicampur dengan 10 kg pakan siap ditaburkan pada pada ikan. Pemberiannya dapat diulangi setiap minggu atau berdasarkan keperluan.

Cara membuat jamu dari ekstrak bawang putih yakni 1 kg bawang putih diblender halus ditambah dengan 1 liter EM 5 dan 8 liter air kemudian difermentasi selama 24 jam. Setelah itu dapat diberikan langsung ke ikan dengan catatan  satu liter ekstrak bawang putih  dapat dicampur dengan 10 kg pakan.

Resep lainnya yang saya peroleh di Bali dari seorang PPS perikanan sekitar tahun 1985, namanya Bapak Ir. Saleh  yang sempat mempopulerkan sistim “kartong” yang berarti “karper dalam tong”.

Selain menciptakan teknik budidaya juga membuat jamu yang berfungsi untuk menjernihkan air membunuh pathogen sekaligus sebagai pakan tambahannya.

Bahannya terdiri atas deringgu, daun pepaya, daun sirih, daun mengkudu, brontowali dan bangle. Bahan-bahan tersebut dirajang halus, ditambah pakan pabrikan dan tepung kanji, kemudian dikukus sampai kental lalu dipepel, kemudian disemprot dengan EM aktif, kemudian dijemur, diremas, dijemur lagi baru disimpan.

Cara lainya ialah rajangan dedaunan tadi langsung difermentasi dengan EM aktif selama 24 jam,  lalu disiramkan pada pakan yang akan diberikan pada ikan. Disarankan 1 liter larutan dapat dicampur dengan 10 kg pakan.

*) Staf Ahli PT Songgolangit Persada, dan Instruktur EM pada Pusat Pelatihan Prertanian pedesaan Swadaya (P4S) Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini