Mahasiswa Stikes Bengkulu Jadikan Produk Pak Oles Sebagai Oleh-Oleh

0
66
Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Al-FATAH Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan mengamati produk Minyak Oles Bokashi dan Bokashi Care Rool On.

Sejumlah Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Al-FATAH Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan produk Minyak Oles Bokashi dan Bokashi Care Rool On saat melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ke Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) di Jalan Tukad Balian, Kawasan Niti Mandala Renon Denpasar, belum lama ini.

Rombongan mahasiswa semester V diploma tiga (D-3) yang berjumlah 55 orang didampingi sebelas dosen dipimpin Wakil III Bidang Kemahasiswaan Luky Dharmayanti M. Farm., Apt serangkaian PKL di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Jawa Timur dan Bali.
Pada kesempatan tersebut masing-masing mahasiswa dan dosen dibagikan produk Minyak Oles Bokashi yang merupakan produk unggulan dari IOT KPOT dan Bokashi Care Rool On tiga varian yaitu Bokashi Care Original, Bokashi Care Citronella dan Bokashi Care Eucalyptus.

Bagi mahasiswa dan dosen produk Pak Oles tersebut sangat cocok sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah dalam menjaga kesehatan. selain itu mereka juga dapat menggunakan untuk mengatasi pegal, masuk angin dan lain sebagainya.

Minyak Oles Bokashi dapat digunakan untuk membantu melancarkan peredaran darah, meredakan sakit perut, batuk, sesak napas, membantu meredakan gejala penyakit kulit.Sedangkan Bokashi Care Rool On memiliki khasiat untuk meredakan sakit kepala, menyembuhkan masuk angin, mengatasi perut kembung, untuk anti mabuk perjalanan juga mengobati flu dan hidung tersumbat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima Inspektorat Pemastian Mutu Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT), Dita Rizkiyanti, SSi, MSI sekaligus memandu mahasiswa untuk melihat dari dekat proses membuat Minyak Oles Bokashi, salah satu produk unggulan yang sudah mendunia.

PT KPOT, sebuah perusahaan swasta nasional berbasis obat-obatan tradisional terbesar di Bali itu dirintis oleh Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang sejak tahun 1997 atau 25 tahun yang silam.

Produk tersebut dirancik dari ratusan jenis tanaman herbal berkhasiat obat, warisan Pusaka Ramuan Dadong Bandung (nenek Pak Oles) Lengis Arak Nyuh, dari Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng yang diproduksi secara modern dengan sentuhan teknologi Effective Microorganisms (EM).

Minyak Oles Bokashi memiliki aroma khas hasil fermentasi perpaduan antara tradisional yang diterapkan Dadong Bandung dengan teknologi EM temuan Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar Universitas Ryukyus, Okinawa, Jepang (tempat Pak Oles menyelesaikan program S-2) yang kini menjadikan Minyak Oles Bokashi for the world. World Class Quality.

Bokashi, minyak herbal asli Bali untuk membantu meringankan pegal linu, meredakan bisul, gatal dan bengkak akibat gigitan serangga, sebagai campuran mandi rempah, guna mengurangi bau tidak sedap.

Dita Rizkiyanti memandu rombongan mahasiswa tersebut untuk melihat dari dekat proses pengolahan dan pengemasan Minyak Oles Bokashi sampai siap dipasaran.
Pabrik PT Karya Pak Oles Tokcer selain menerima kunjungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga sebagai tempat kegiatan magang bagi Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Luky Dharmayanti M. Farm., Apt menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kesempatan untuk mengadakan kunjungan para mahasiswa ke pabrik Pak Oles di Bali.
Kunjungan PKL tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat pendidikan dan keterampilan bagi mahasiswa sehingga setelah mereka menyelesaikan pendidikan siap memasuki dunia kerja dalam bidang industri farmasi, pelayanan kesehatan farmasi dan bidang kesehatan lainnya.

Kunjungan kali ini sangat bermanfaat untuk mendukung praktikum teknologi farmasi bidang matakuliah teknologi farmasi, obat tradisional bahan alam.
Para mahasiswa sebelumnya sudah pernah membuat produk tradisional berupa sabun, balsem dan parem kocok dari bahan obat-obatan trdisional, namun mereka masih bingung bisa memformulasikannya ke masyarakat.

Melalui kunjungan PKL ke pabrik IOT KPOT diharapkan para mahasiswa dengan bimbingan para dosennya mampu memformulasi produk, mempatenkan, melegalkan dan mengurus perijinan untuk memasarkan produk kepada konsumen dan masyarakat luas.

“Selama ini kami baru membuat produk sebatas untuk kepentingan penelitian dan hasil penelitian itu telah dipublikasikan ke masyarakat,” tutur Luky Dharmayanti. linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini