Murid SD Tunas Kasih Belajar Lingkungan di Pak Oles Green School

0
59
Murid SD Tunas Kasih Nusa Dua saat keliling kebun melihat berbagai jenis tanaman berkhasiat obat di Pak Oles Green School.

Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) Tunas Kasih Nusa Dua, Kabupaten Badung belajar ke Pak Oles Green School (POGS) di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, belum lama ini. Pagi itu, rombongan murid yang datang menggunakan transportasi satu unit bus diterima langsung kepala POGS, Koentjoro Adijanto.

Rombongan murid yang terdiri dari kelas IV dan V didampingi oleh tiga guru pembimbing sangat semangat begitu melihat lokasi POGS yang tampak hijau penuh dengan berbagai jenis tanaman berkahsiat obat di lahan seluas 40 are tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Yoyok memberi penjelasan terhadap murid SD terkait berbagai jenis tanaman yang bisa sebagai bahan loloh (jamu tradisional) dan juga sebagai bahan obat herbal.

“Ini ada produk Pak Oles namanya Minyak Oles Bokashi dan terbuat dari berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat diolah atau difermentasi mengguakan teknologi EM (Effektive Microorganisme) dari Jepang sangat baik untuk kesehatan,” ujar pria yang selalu tampil enerjik ini.

Kebetulan saat bersamaan ada salah satu murid yang mengalami luka lecet pada lutut kaki karena terjatuh. Pak Yoyok dengan cekatan mengambil Minyak Oles Bokashi yang merupakan produk unggulan dari Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) untuk mengobati luka tersebut. Tidak menunggu lama luka lecet tersebut berangsur kering.

Selain belajar mengenal lingkungan sekitar, rombongan murid juga diajak belajar menanam berbagai jenis tanaman seperti cocor bebek, kumis kucing menggunakan pupuk organik bokashi yang telah disediakan menggunakan polybag.

Dengan menggunakan sarung tangan plastik, murid SD Tunas Kasih tampak senang terlibat langsung menanam tanaman yang belum pernah mereka lakukan selama ini. Hasil tanaman tersebut selanjutnya dikumpulkan dan dibawa ke sekolah untuk dirawat sambil mengamati perkembangannya.

Tidak hanya sampai disitu, rombongan murid juga diajak melihat ternak sapi yang ada di lahan POGS. Mereka juga berkesempatan memberikan pakan sapi dengan rumput gajah yang telah disiapkan. Usai belajar di kelas dan lapangan, rombongan murid lanjut menikmati menu masakan kas Sunda di warung Kang Zanger yang berada di POGS.

Sementara Itu pembimbing SD Tunas Kasih Mis Oliv Riung, S.Pd mengatakan, tujuan datang mengajak anak didiknya ke POGS merupakan program kegiatan outing class belajar mengajar yang dilakukan di luar kelas. Dimana dipilih POGS karena memiliki tempat yang sangat luas, hijau dan di tengah perkotaan.

“Selain tempatnya luas, anak-anak juga bisa belajar mengenal berbagai jenis tanaman yang bisa dipergunakan untuk obat. Mereka bisa berinteraksi langsung menanam berbagai jenis tanaman obat menggunakan pupuk organik bokashi,” ujarnya.

Mis Oliv mengatakan, kurikulum ayang dipergunakan adalah kurikulum 2013 dan merdeka, dimana dalam kurikulum ini sangat membantu anak-anak di sekolah untuk melihat secara langsung lingkungan yang ada diisekitar mereka dan mengetahui manfaat lingkungan disekitar mereka.

Oliv berharap, dari kunjungan ini, anak didiknya bisa mengenal dan merawat lingkungan serta menghargai lingkungan dimana pun mereka berada. “Karena lingkungan ini sangat penting dan mereka bisa memanfaatkan lingkungan yang ada untuk kehidupan mereka,” sambungnya. linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini