Peran EM Mud-Ball di Comberan

0
52
EM Mudball berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme lokal di sungai untuk meningkatkan kualitas air sungai.

Oleh: Ir. Gusti Ketut Riksa *)
Di berbagai tempat dalam wilayah kecamatan, kabupaten/kota bahkan di tingkat propinsi sering menemukan tempat-tempat yang tergenang air bahkan karena joroknya menimbulkan bau busuk.

Kondisi demikian tidak sedap dipandang mata, bahkan bisa menjadi sumber penyakit, yang bisa ditularkan oleh nyamuk. Untuk itu sekarang sudah tersedia penanggulangannya yang sangat efektif, dengan menggunakan Effective Microorganisms (EM) mud-ball.

EM mud-ball adalah bola-bola tanah liat yang telah difermentasi dengan formula EM. Besarnya hanya sebesar bola tenis. Bola-bola inilah yang dilempar-lemparkan kecomberan secara beramai ramai yang dilakukan pada hari-hari tertentu seperti dalam meriahkan hari ulang tahun kota, hari raya besar seperti Galungan, Nyepi, Idul Fitri, Idul adha, Paskah dan lain –lain, seperti yang telah dilakukan oleh sejumlah negara di dunia lainnya.

Inilah cara mereka sebagai suatu ciri kepedulian terhadap lingkungan, sehingga lingkungan dapat terpelihara dengan baik, setiap air yang mengalir mulai dari saluran pembuangan limbah (got) dan air yang mengalir di sungai menjadi jernih.

Banyaknya bola tanah liat tergantung pada luas daerah yang menjadi target pembersihan. Jarak antar mud-boll setidak-tidaknya setiap setengah meter, dilakukan dimusim kemarau agar tidak mudah tergerus banjir.

Atraksi melempar-lempar bola tanah liat ini tentu harus ada yang memeloporinya. Mud-ball ini dapat dibeli dari anak anak SD atau anak-anak tuna netra yang telah dilatih untuk membuatnya. Pelatihnya bisa didapatkan dari pelopor EM yakni PT Songgolngit Persada di Denpasar, atau siapa saja yang telah mengenal Teknologi EM

Cara membuat mud-ball sebagai berikut: pertama tama buatlah adonan tanah liat layaknya seperti akan membuat genteng. Adonan semakin kentalakan semasin baik, orang Bali menyebutnya “nadi” agar bertahan lebih lama dalam air dan tidak mudah buyar.

Mengadonnya bisa langsung mengunakan cairan EM, selanjutnya difermentasi selama tiga hari, sudah langsung dapat diaplikasikan dicomberan. Dapat juga dibuat dengan cara kedua yakni bola-bala tanah liat langsung dapat dilubangi dengan jari, seperti membuat jajan onde-onde.

lubang yang terbentuk lalu diisi dengan pupuk Bokasi Kotaku selanjutnya lubang ditutup kembali. Hanya dalam waktu fermentasi tiga hari EM mud-ball suah dapat diaplikasikan ke lapangan.

Apabila jumlah tersebut dianggap masih kurang, kegiatan ini dapat diulangi kembali. Untuk lebih meyakikan, teknologi ini dapat dikaji derajat pencemarannya sebelum dan sesudah perkuan seperti BOD, COD, SS, pH, penyebaran nyamuk beserta biota lainnya.

Kegiatan yang diharapkan bisa dilakukan di Bali dan berbagai daerah lainnya di Indonesia itu mampu menghilangkan bau yang tidak sedap, endapan lumpur busuk berangsur-angsur menipis dan ahirnya menghilang

Lalat , nyamuk secara dramatis berkurang, air comberan menjadi bersih, mikro plangton, burayak ikan, ikan yang lebih besar serta burung-burung pemakan ikan berdatangan, lingkungan terevitalisasi. Jika semua itu dilakukan secara berlanjut kunang-kunang dan capung yang selama ini punah akan dapat muncul kembali. https://linktr.ee/em4 #EM4
*) Staf Ahli PT Songgolangit Persada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini