Mahasiswa FEB Universitas Jember KKL ke Pak Oles

0
61
Rombongan Mahasiswa FEB Universitas Jember foto bersama saat KKL di Pak Oles Green School, Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur.

Sebanyak 220 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember, Jawa Timur melakukan kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke sejumlah tempat di Bali selama empat hari, 24-27 Mei 2022.

Dari ratusan mahasiswa tersebut, 45 orang diantaranya melakukan kegiatan ilmiah berupa kajian materi perkuliahan dengan menggunakan pendekatan keilmuan terhadap objek di luar kampus yakni ke Pak Oles Green School di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur. Kunjungan KKL mahasiswa tersebut dipimpin dosen pembimbingan Ketut Indra Ningrat diterima Manajer Pak Oles Green School, Ir. Koentjoro Adijanto di ruang pertemuan setempat.

Ketut indra Ningrat mengaku sengaja memilih salah satu unit usaha bisnis Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang akrab disapa Pak Oles untuk memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk menangkap peluang mengembangkan usaha bisnis yang menjanjikan.

Setiap mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi pelaku usaha, pembisnis yang tangguh, wirausaha yang mapan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengangkat kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pak Oles yang telah sukses mengembangkan PT Karya Pak Oles Tokcer, sebuah perusahaan swasta nasional berbasis obat-obatan tradisional terbesar di Bali tentu memberikan inspirasi, membuka pikiran dan wawasan mahasiswa dalam mengembangkan usaha bisnis yang mampu bersaing di era global.

Bisnis Pak Oles yang telah memiliki kantor cabang dan pemasaran di sejumlah daerah di Indonesia tetap eksis dengan produk asli nusantara yakni bahan baku tanaman herbal, sehingga hal itu akan mampu memberikan inspirasi, membangkitkan semangat, pikiran baru serta terobosan dalam memanfaatkan potensi negeri ini sebagai ladang bisnis.

Pak Oles Green School yakni sebuah tempat yang memiliki koleksi lebih dari 100 jenis tanaman obat berkhasiat, ditata sedemikian rupa dan perawatan menggunakan pupuk organik padat Bokashi Kotaku dan pupuk hayati Effective Microorganisms (EM).

Lokasi tersebut merupakan tempat edukasi tentang pertanian organik untuk masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa sehingga sangat menginspirasi dalam mengembangkan usaha bisnis di berbagai daerah lainnya di nusantara.

“Kami mengajak mahasiswa untuk melihat, meniru dan memotifikasi apa yang mereka lihat dapat ditiru untuk bisa dikembangkan sebagai seorang pengusaha yang andal dan tangguh. Lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember selama ini sudah banyak yang sukses menjadi pengusaha yang bergerak dalam berbagai sektor,” ujar Ketut Indra Ningrat.
Ia menjelaskan, kunjungan PKL ke Bali kali ini merupakan yang pertama sejak masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir selama 2,5 tahun belakangan ini. Program PKL merupakan kegiatan rutin bagi mahasiswa mulai semester III yang dilakukan setiap tahun.

Kegiatan yang dilakukan ke sejumlah daerah di Indonesia itu sangat besar manfaatnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk membuka wawasan sebagai dasar mengembangkan usaha bisnis.
Manajer Pak Oles Green School Koentjoro Adijanto setelah acara penerimaan mahasiswa tersebut selanjutnya mengantar mereka melihat dari dekat kebun tanaman obat yang tumbuh subur dan lingkungan lestari.

Program belajar di luar kampus sekaligus dapat menambah wawasan mahasiswa tentang lingkungan, karena Pak Oles Green School yang digagas dan dibangun oleh Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr di atas hamparan seluas 40 are (4.000 meter persegi).

Konsep green school mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2000-an, pada saat itu disebut dengan sekolah alam. Green school diajarkan sebagai mata pelajaran ekstra di luar sekolah dengan mengajak murid ke lapangan, ke daerah pertanian, peternakan, ke lingkungan alam sekitar, sambil bermain agar murid menjadi semakin akrab dengan alam.
Mereka mengenal alam dan lingkungan sekitarnya, sehingga di masa depan akan bisa dilahirkan generasi yang mampu mengelola alam sekitarnya dengan bijak, bisa hidup akrab dengan alam, mencintai alam sekitar, serta tidak mengeksploitasi alam hanya untuk kepentingan satu generasinya saja, sehingga kehidupan generasi selanjutnya bisa berlangsung dengan lebih baik, lebih selaras alam, lebih sehat dan juga lebih sejahtera. linktr.ee/pakolescom #pakoles #greenschool

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini