Tugas Pemimpin Atau Swadharma (4)

0
16
Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr Direktur Utama PT. Karya Pak Oles Group

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menilai, pemimpin dalam mengendalikan organisasi atau anak buahnya tidak perlu banyak memberikan petunjuk, ungkapan kata-kata apalagi sampai marah, namun cukup menunjukkan contoh yang terbaik.

“Hal itu disebut ‘Rame ing gawe, sepi ing pamrih, seharusnya sepi ing pamerih rame ing gawe artinya orang yang banyak diam tapi banyak isinya,” kata Gede Ngurah Wididana yang akrab disapa Pak Oles ketika mengulas secara rinci tugas pemimpin (Swadharma). Ia mengatakan, pemimpin dengan contoh yang baik akan ditiru oleh pengikut dan anak buahnya untuk bekerja kreatif, produktif, hasilnya tentu mengikuti hasil yang baik pula dari kerja tersebut. Kerja yang bagus akan menghasilkan kerja yang gemilang.

Pada saat-saat tertentu pemimpin juga harus mampu membangun semangat di tengah-tengah organisasi, membangkitkan semangat yang disebut empowerment (pemberdayaan), mengembangkan potensi yang dimiliki pengikutnya untuk bersatu dan bau membau.
Upaya kebersamaan tersebut mampu membangkitkan semangat, menunjukan hasil kerja yang bagus, memberikan contoh yang baik, semangat yang tinggi sehingga organisasi menjadi lebih berkembang dan terus maju. Demikian pula keluarga-keluarga dalam organisasi tersebut tumbuh dengan baik, yakni keluarga dari bapak, ibu, kakek, nenek sampai generasi berikutnya.

Sementara tugas pemimpin dari belakang untuk mendorong atau mewujudkan kekompokan organisasi, masyarakat yang lemah atau sakit, pemimpin harus mampu memberikan motivasi, kepedulian sehingga mereka bangkit untuk hidup dan berkembang.
Namun tidak semua anggota dalam organisasi kompak, bagus, tapi ada mereka yang lemah atau sakit yang perlu didekati untuk bisa dibangun semangatnya. Dalam menghadapi kondisi yang demikian itu pemimpin harus miliki semangat, tekad, kepedulian sehingga dengan kasih pemimpin tetap dengan pengikutnya bersatu membangun organisasi.

Untuk itu pemimpin harus mampu mendengarkan segala keluh kesah, hambatan dalam organisasi untuk dibangun karena pemimpin memiliki kemampuan mendengarkan, menyerap informasi, memiliki ide kreatif guna membangun organisasis lebih baik lagi. Pemimpin harus bisa bekerja nyata , di depan memberi contoh, di tengah-tengah membangun semangat dan dari belakang mendorong sehingga organisasi terus berkembang menjadi lebih baik lagi, harap Pak Oles. linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini