
Puluhan penggiat yoga mengikuti kegiatan retret selama tiga hari, 27 Februari hingga 1 Maret 2026, di Villa IPSA, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang diselenggarakan manajemen Villa IPSA tersebut berjalan lancar dan diikuti peserta lokal maupun mancanegara.
Retret dipandu langsung oleh guru yoga Gede Ngurah Wididana yang akrab disapa Pak Oles. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi yoga kepemimpinan, latihan olah napas (pranayama), serta sesi sound healing. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan untuk menyepi sejenak dari rutinitas dan kesibukan sehari-hari di tempat yang tenang dan asri.
“Tujuan retret ini untuk penyegaran batin, refleksi diri, meditasi, atau memperdalam kehidupan spiritual maupun religius melalui doa,” ujar Pak Oles yang juga menjabat Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer.
Pak Oles dikenal sebagai guru yoga, Qigong, dan sound healing yang serius membagikan ilmu kepada para peserta. Suasana Villa IPSA yang dikelilingi kebun hijau dan udara sejuk dinilai sangat ideal sebagai pusat kebugaran sekaligus pengembangan spiritualitas.
IPSA Jadi Ikon Wisata Herbal dan Yoga
Objek wisata herbal dan aktivitas yoga yang dikembangkan pascapandemi Covid-19 ini menjadi bagian dari upaya memajukan Desa Bengkel sebagai daerah tujuan wisata alternatif di Bali Utara. Konsep yang diusung memadukan pertanian organik berbasis Teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4) dengan edukasi tanaman herbal bagi wisatawan dalam dan luar negeri.
Pengembangan kawasan ini diprakarsai oleh salah satu putra Bali, Gede Ngurah Wididana, yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan tanaman herbal organik di atas lahan seluas lima hektare dengan sentuhan teknologi EM4, temuan Teruo Higa dari Jepang.
Di kawasan tersebut berdiri pabrik herbal dan fasilitas produksi EM4 yang berada di bawah naungan PT Songgolangit Persada. Kebun herbal yang mengoleksi ratusan jenis tanaman obat menyatu dengan fasilitas produksi, vila, serta sarana pendukung lainnya, menjadikan kawasan ini sebagai industri herbal terpadu sekaligus destinasi wisata edukatif.
Nama Pak Oles sendiri lekat dengan produk herbal Bali sejak berdirinya PT Karya Pak Oles Tokcer pada 1997. Berbagai produk seperti Minyak Oles Bokashi, Balsem Bokashi, hingga produk turunan lainnya telah dikenal luas dan menembus pasar nasional maupun internasional.
Kebun herbal tersebut juga kerap menjadi tujuan kunjungan wisatawan kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng. Para wisatawan mancanegara dapat melihat langsung proses budidaya tanaman obat organik hingga pengolahan produk herbal.
Fasilitas Lengkap dan Minat Wisatawan Meningkat
Villa IPSA berkapasitas 23 kamar dengan fasilitas kolam renang bertaraf internasional. Awalnya vila ini diperuntukkan bagi peserta pelatihan pertanian organik berbasis EM4, namun kini juga terbuka bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan Bali Utara. Pengembangan kamar model glamping pun tengah dilakukan untuk menambah daya tampung.
Fasilitas yoga di kawasan ini tergolong lengkap, dengan enam area latihan, antara lain hotroom yoga, wantilan yoga, rooftop yoga, Yoga Semberani, silent yoga, dan yoga nidra. Seluruh area latihan bernuansa alami, dikelilingi kebun cengkeh, durian, kakao, serta taman bunga yang tertata mengikuti kontur terasering lahan.
Sejak empat tahun terakhir, terutama pascapandemi, aktivitas yoga di Villa IPSA berkembang pesat. Awalnya kegiatan dilakukan bersama masyarakat desa dan karyawan setempat, kemudian berkembang dengan mendatangkan guru-guru yoga dari Denpasar dan Gianyar. Berbagai pelatihan seperti Yoga Teacher Training (YTT) 25 jam, 50 jam hingga 200 jam gaya Bikram Hot Yoga turut memperkuat kualitas pengajaran.
Kini, lebih dari 80 persen wisatawan mancanegara yang menginap di Villa IPSA tertarik mengikuti aktivitas yoga sebagai bagian dari pengalaman liburan mereka di Bali Utara. Berbagai terobosan yang dilakukan menjadikan Busungbiu sebagai salah satu destinasi yoga yang semakin diminati wisatawan.
Dengan konsep memadukan herbal, pertanian organik, dan yoga, Villa IPSA hadir sebagai ikon wisata kesehatan dan spiritualitas yang mengusung visi “Membangun Desa, Membangun Bangsa.”linktr.ee/pakolescom
