Direktur utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.

Apakah kita sudah berusaha dengan maksimal? Sudahkah kita bekerja dengan penuh gairah, semangat, dan ketekunan tanpa mudah menyerah? Pertanyaan reflektif itu disampaikan Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Gede Ngurah Wididana, saat membahas tema “Karma Marga: Menemukan Jalan Hidup dan Jati Diri” yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta nasional belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Pak Oles tersebut menegaskan bahwa dalam setiap usaha harus ada utsaha dan wirya. Utsaha, menurutnya, merupakan gairah atau semangat kerja yang terus menyala. Sementara wirya adalah keberanian dan ketahanan dalam bekerja dalam jangka panjang.

“Utsaha itu sangat penting. Itu adalah gairah kerja yang didukung oleh wirya atau semangat keberanian dari dalam hati yang tidak mudah menyerah. Wirya adalah ketahanan dalam bekerja, keberanian untuk terus maju,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semangat kerja berkaitan dengan cakra solar plexus (manipura), sedangkan wirya berhubungan dengan cakra jantung. Seseorang yang memiliki aktivasi cakra jantung yang kuat, kata dia, akan memiliki ketahanan dan daya juang yang tinggi.

Namun, utsaha dan wirya tidak akan optimal tanpa tujuan yang jelas. Alumni Faculty of Agriculture University of the Ryukyus Okinawa, Jepang, serta doktor lulusan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar itu menyebut tujuan tersebut sebagai sankalpa.

“Sankalpa adalah niat atau tujuan yang ingin kita wujudkan dalam kerja dan kehidupan. Tujuan sama dengan visi, mimpi yang ingin dicapai. Tanpa tujuan yang jelas, semangat akan mudah goyah,” jelasnya.

Pak Oles juga menekankan pentingnya srada atau keyakinan. Menurutnya, keyakinan yang tulus akan melahirkan keberhasilan. Kombinasi antara utsaha (gairah kerja), wirya (ketahanan dan keberanian), serta srada (keyakinan) akan menghasilkan sidi, yakni keberhasilan dan kesuksesan.

Ia menambahkan, melalui perenungan dan meditasi, cakra-cakra dalam tubuh dapat diaktifkan, termasuk cakra ajna yang berada di tengah alis, yang disebutnya sebagai cakra ilmu pengetahuan dan visi. Dari sanalah manusia dapat menangkap inspirasi dan petunjuk untuk mewujudkan keberhasilan yang disebut wijaya atau kemenangan.

“Keberhasilan itu berproses. Mungkin orang lain tidak melihat perjuangan kita, tetapi kita tahu prosesnya. Dari keberhasilan kecil menjadi sedang, lalu besar. Usaha yang berbuah disebut sapala, hasil dari kerja keras yang konsisten,” tuturnya.

Di akhir pemaparannya, Pak Oles mengajak masyarakat untuk terus melatih diri, menjaga semangat, memperkuat keyakinan, serta bekerja sesuai minat dan bakat. Dengan kekuatan diri yang kokoh dan keyakinan yang teguh, setiap orang diyakini dapat menemukan jalan hidupnya sendiri dan menjadi pribadi yang berhasil.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini