Sejumlah ibu-ibu di Desa Siberi, Boja, Kendal tampak antusias saat mendapat pelatihan mengelola limbah rumah tangga dari Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Ibu-ibu di desa tersebut diajarkan cara membuat pupuk organik dari sisa makanan yang biasa dibuang di jalan dan pekarangan rumah.
Rika Yaitul Islami, satu di antara enam Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 UPGRIS itu menjelaskan, bahan perlu disiapkan dalam pembuatan pupuk kompos adalah sampah organik, sekam kayu atau sekam padi. Kemudian EM4 Pertanian 1 gelas 200 ml, gula pasir 200 ml dan 10 liter air bersih alat yang digunakan yakni, pisau, 2 ember besar ukuran 20 liter, gayung, dan penutup.
“Cara pembuatannya, sampah organik yang sudah dikumpulkan dipotong kecil-kecil agar mudah terurai. Lalu masukan ember dan dicampur dengan sekam. Selanjutnya, secara sedikit-sedikit dipindahkan ke ember lain sambil disiram air campuran EM4 dan gula,” terangnya seperti yang diulas betanews.id
Perempuan yang akrab di sapa Rika itu melanjutkan, setelah semua bahan tercampur di ember, kemudian ditutup dengan rapat. Menurutnya, perlu dilakukan pengecekan setiap 2 hari sekali. Jika teksturnya menghitam, hangat, dan kering berarti fermentasi tersebut berhasil.
“Kami mengadakan pelatihan pembuatan pupuk kompos untuk memenuhi tugas mata kuliah Proyek Kepemimpinan II di semester dua. Kami tergabung dalam Kelompok 2 Kelas PGSD–A yang terdiri dari Rika Yaitul Islami, Dita Lestari, Khusnul Khotimah, Isyeh Nurul Handayani, Hanim Aulia Maghfiroti dan Linda Putri Utami,” tambah Rika.https://linktr.ee/em4

