
Pusat Pemberdayaan Masyarakat Universitas Nasional (UNAS) bekerja sama dengan Perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI) Komda DKI Jakarta menyelenggarakan National Urban Horticulture Training 2026 dengan tema “Empowering Young Generation through Sustainable Urban Farming.”
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan urban farming atau pertanian perkotaan yang berkelanjutan.
Pertanian perkotaan dinilai semakin relevan di tengah keterbatasan lahan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Melalui pemanfaatan ruang yang tersedia, masyarakat dapat mengembangkan berbagai tanaman pangan dan hortikultura sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan.
Pelatihan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari ibu-ibu PKK, mahasiswa, pelajar, LSM hingga masyarakat umum. Keberagaman peserta diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan hortikultura di lingkungan perkotaan.
Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat Universitas Nasional, Ir. Hetty Hesthiati, M.Si., mengatakan tema pelatihan secara khusus mendorong generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.
“Tema ini dikhususkan untuk generasi muda agar peduli terhadap lingkungan dan pangan bangsa, sekaligus mencerdaskan bangsa. Apalagi lahan di kota-kota besar seperti Jakarta semakin terbatas,” ujarnya.
Menurut Hetty, pengembangan urban farming tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan lahan terbatas, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat menghasilkan pangan yang sehat dengan menerapkan metode pertanian yang ramah lingkungan.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam pengembangan pertanian organik adalah EM4 (Effective Microorganisms 4). Teknologi mikroorganisme tersebut dimanfaatkan dalam pengelolaan bahan organik dan tanah sebagai bagian dari penerapan pertanian berkelanjutan.
EM4 Pertanian mengandung berbagai mikroorganisme yang membantu proses fermentasi dan penguraian bahan organik. Dalam penerapannya, EM4 dapat digunakan untuk membantu mengolah bahan organik menjadi bokashi maupun pupuk organik cair (POC) yang selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan lahan dan pemeliharaan tanaman.
Pemanfaatan bahan organik melalui proses fermentasi juga menjadi salah satu pendekatan dalam mengurangi limbah organik sekaligus mengembalikannya menjadi bahan yang bermanfaat bagi tanaman.
Melalui National Urban Horticulture Training 2026, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik bercocok tanam di lingkungan perkotaan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkannya di rumah, lingkungan masyarakat, maupun komunitas. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam membangun sistem pertanian perkotaan yang produktif, ramah lingkungan dan berkelanjutan
