
Abu kayu dari sisa pembakaran kayu alami kini mulai dimanfaatkan petani sebagai alternatif pupuk organik yang murah dan mudah diperoleh. Dengan proses fermentasi menggunakan EM4 Pertanian, limbah abu kayu yang selama ini kerap dibuang dapat dimanfaatkan sebagai sumber mineral sekaligus pembenah tanah.
Abu kayu diketahui mengandung sejumlah unsur mineral, di antaranya kalium, kalsium, dan fosfor yang dibutuhkan tanaman. Namun, penggunaan abu kayu secara langsung perlu diperhatikan karena sifatnya yang basa dapat memengaruhi pH tanah jika diberikan dalam jumlah berlebihan.
Salah satu cara pemanfaatannya adalah melalui proses fermentasi dengan EM4. Proses ini dilakukan untuk membantu pengolahan bahan sehingga lebih mudah dimanfaatkan dalam pengelolaan tanah dan pengomposan.
Cara pembuatannya relatif sederhana. Sebanyak 5 kilogram abu kayu bersih yang bebas dari sampah plastik dicampurkan dengan 100 mililiter EM4 Pertanian, 100 mililiter molase atau gula merah cair, serta 10 liter air bersih.
Seluruh bahan kemudian diaduk hingga merata dan disimpan dalam wadah tertutup di tempat teduh selama sekitar 5–7 hari. Selama proses tersebut, campuran dapat diaduk sebentar setiap hari.
Setelah proses fermentasi selesai dan aroma yang muncul menyerupai tape segar, hasil fermentasi dapat diencerkan dengan perbandingan 1:10 sebelum digunakan untuk menyiram tanah maupun dicampurkan dalam proses pengomposan.
Petani Manfaatkan Abu Bambu
Pemanfaatan abu sebagai bagian dari pengelolaan lahan juga dilakukan Sukidi (56), petani sayuran asal Yogyakarta yang kini merantau di Desa Tugu Rejo, Bengkulu.
Sukidi mengaku rutin memanfaatkan abu dari pohon bambu yang dikombinasikan dengan urine kelinci dan kotoran hewan ternak untuk mendukung pengelolaan lahan sayurannya.
“Saya pakai abu pohon bambu, urine kelinci, dan kohe ternak untuk lahan sayuran. Hasilnya cukup bagus, tanaman tidak mudah terserang penyakit dan panen meningkat. Sampai sekarang saya tetap pakai EM4 karena terbukti bagus,” ujar Sukidi.
Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lahan menjadi salah satu cara untuk mengurangi limbah sekaligus mendukung pengelolaan pertanian.
EM4 Bantu Proses Pengolahan Bahan Organik
Semntara itu, Zakky Husein dari PT Songgolangit Persada menjelaskan, abu kayu dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah sekaligus sumber mineral alami.
Menurut dia, penggunaan EM4 dalam proses fermentasi membantu menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas mikroorganisme selama pengolahan bahan.
“Mikroorganisme seperti Lactobacillus dan Saccharomyces berperan dalam proses fermentasi. Pengolahan dengan EM4 diharapkan membantu mengoptimalkan pemanfaatan bahan dan mendukung aktivitas biologi tanah,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan abu kayu tetap perlu memperhatikan jumlah dan kondisi tanah. Hal ini penting karena abu kayu memiliki sifat basa sehingga penggunaan secara berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan pH tanah.
Pemanfaatan abu kayu sebagai bahan yang sebelumnya dianggap limbah menjadi salah satu contoh penerapan prinsip pertanian berkelanjutan. Bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai guna bagi lahan pertanian.
Dengan pengelolaan yang tepat, fermentasi abu kayu menggunakan EM4 dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan bahan lokal untuk mendukung kesuburan tanah dan proses pengomposan, sekaligus membantu mengurangi limbah hasil pembakaran kayu.
