Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik menjadi salah satu upaya yang dilakukan Yulianto, petani kelapa sawit di Bengkulu, untuk merawat tanaman sawit yang telah berumur sekitar enam tahun. Dalam praktiknya, Yulianto memanfaatkan EM4 (Effective Microorganisms 4) bersama bahan organik untuk mendukung pengelolaan kebun secara berkelanjutan.
Yulianto memanfaatkan limbah kelapa sawit, termasuk limbah tandan, sebagai bahan organik dalam pembuatan pupuk bokashi. Limbah tersebut ditebarkan di sekitar batang tanaman sawit, kemudian disiram menggunakan larutan EM4.
Penerapan ini menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah yang tersedia di kebun. Bahan organik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dikembalikan ke tanah sebagai bagian dari upaya menjaga kesuburan lahan.
Menurut pengalaman Yulianto, penggunaan EM4 bersama bahan organik menunjukkan perbedaan pada hasil buah kelapa sawit. Tanaman yang mendapatkan perlakuan tersebut menghasilkan buah yang dinilai lebih bernas dibandingkan tanaman yang tidak mendapatkan perlakuan serupa.
Pengalaman tersebut mendorong Yulianto untuk terus memanfaatkan EM4 dalam pengolahan pupuk organik sebagai bagian dari perawatan kebun sawitnya.
Baginya, keberadaan bahan organik memiliki peran penting dalam mendukung kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan limbah kebun menjadi pupuk organik juga menjadi langkah untuk mengurangi limbah sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Melalui praktik tersebut, Yulianto menerapkan pendekatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit dengan memanfaatkan bahan organik dan EM4. Upaya ini menjadi contoh pemanfaatan limbah perkebunan untuk mendukung pengelolaan kebun yang lebih berkelanjutan.

