Bali Japan Club Pelajari Teknologi EM4 di Bokashi Farm

0
53
Sesi foto bersama rombongan Bali Japan Club saat belajar Teknologi EM di Bokashi Farm.

Sebanyak 24 anggota Bali Japan Club, perhimpunan warga negara Jepang yang tinggal di Bali, mengunjungi Bokashi Farm di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, untuk mempelajari penerapan teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4), Senin (10/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para anggota Bali Japan Club untuk mengenal lebih jauh pemanfaatan EM4 dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga pengelolaan limbah organik.

Bokashi Farm yang berdiri di atas lahan seluas 40 are atau sekitar 4.000 meter persegi merupakan kawasan edukasi pertanian organik yang memiliki koleksi ratusan jenis tanaman berkhasiat obat. Tempat ini juga terbuka sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, guru, maupun berbagai kalangan yang ingin mengenal pertanian organik.

Ketua Bali Japan Club, Keiko Tsuchiya, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih jauh penerapan teknologi EM4 yang dinilai memiliki manfaat luas dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami belajar bagaimana EM4 diterapkan dalam berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan juga untuk mengatasi masalah limbah,” ujar Keiko.

Ia menambahkan, rombongan juga mendapatkan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga yang difermentasi menggunakan EM4.

Menurutnya, hasil fermentasi tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk tanaman maupun pekarangan di sekitar rumah.

Sementara itu, Manajer Bokashi Farm, Ir. Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Yoyok, memberikan penjelasan mengenai sejarah teknologi EM yang ditemukan oleh Prof. Teruo Higa dari Jepang.

Rombongan juga diperkenalkan dengan proses pembuatan pupuk organik padat Bokashi Kotaku menggunakan bahan dasar kotoran sapi yang difermentasi dengan EM4.

“Kami menjelaskan tentang EM4 produksi PT Songgolangit Persada (SLP) yang dapat diaplikasikan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun untuk mengatasi masalah limbah atau pencemaran,” jelas Yoyok.

Ia menjelaskan, EM4 Pertanian antara lain dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk organik. Sementara EM4 Peternakan dapat diaplikasikan pada ternak, baik untuk pakan, air minum maupun mandi.

“Dengan penerapan EM4, diharapkan ternak tetap sehat, sementara kotorannya tidak menimbulkan bau sehingga lingkungan menjadi lebih sehat,” katanya.

EM4 merupakan campuran berbagai jenis mikroorganisme fermentasi yang berperan dalam proses fermentasi bahan organik. Dalam proses penguraian bahan organik, seperti kotoran ternak, fermentasi dengan EM4 dapat membantu menekan pembentukan gas penyebab bau dan panas. Proses tersebut juga dapat membantu mengurangi munculnya lalat dan potensi gangguan hama maupun penyakit.

Selain mendapatkan materi mengenai teknologi EM4, rombongan Bali Japan Club diajak berkeliling kawasan Bokashi Farm untuk melihat berbagai jenis tanaman yang memiliki khasiat obat.

Tanaman-tanaman tersebut menjadi bagian dari edukasi mengenai bahan baku herbal yang digunakan dalam produk Minyak Oles Bokashi, salah satu produk unggulan Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan santap siang bersama dengan menikmati menu Nasi Timbel khas Sunda Kang Zanger. Restoran tersebut berada di kawasan Bokashi Farm, sehingga para peserta dapat menikmati suasana alam sekaligus pengalaman kuliner setelah mengikuti kegiatan edukasi.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini