Sejumlah siswa kelas XI jurusan Farmasi SMK Kesehatan Surabaya, Jawa Timur, melakukan kunjungan industri ke Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) di Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026).
Kunjungan yang didampingi tiga guru pembimbing tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal produksi obat tradisional sekaligus memahami penerapan standar mutu di industri.
Rombongan siswa diterima oleh Inspektorat Pemastian Mutu PT Karya Pak Oles Tokcer, Dita Rizkiyanti, S.Si., M.Si., bersama Kepala Bagian Pengawasan Mutu, Apt. Komang Tri Wahyu Widiantari, S.Farm.
Kepala Program Studi Farmasi SMK Kesehatan Surabaya, Kristina Mariasari, mengatakan kunjungan industri memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka dapat melihat secara langsung kondisi dan proses kerja di industri.
“Anak didik kami mendapatkan banyak hal di industri Pak Oles, mulai dari mengenal standar bangunan dan ruangan produksi hingga kualitas mutu produk tradisional,” ujar Kristina.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada siswa mengenai proses pembuatan sediaan farmasi dan produk obat tradisional. Materi yang diperoleh selama kunjungan juga sejalan dengan pembelajaran di sekolah, khususnya mengenai sediaan obat tradisional dan kosmetik.
“Ini menambah pengetahuan anak didik kami. Mereka selama ini belajar di skala laboratorium, sedangkan di sini mereka belajar langsung di skala industri, sehingga keterampilannya lebih terasa karena bisa melihat kondisi lapangan secara langsung,” jelasnya.
Siswa Telah Praktik Membuat Beragam Sediaan
Kristina menjelaskan, siswa jurusan Farmasi SMK Kesehatan Surabaya telah mendapatkan pembelajaran praktik membuat berbagai sediaan farmasi, seperti sirup, salep, kapsul, dan puyer.
Selain itu, para siswa juga mengembangkan kreativitas melalui pembuatan berbagai produk kosmetik. Beberapa di antaranya berupa lip balm, serum, body scrub, herboil, handbody lotion, hand sanitizer, sabun, dan produk lainnya.
“Produk-produk tersebut saat ini hanya dipergunakan secara internal untuk menambah wawasan anak-anak. Ketika ada pameran, produk itu ditampilkan sebagai hasil kreativitas siswa Farmasi SMK Kesehatan Surabaya,” katanya.
Kristina menilai PT Karya Pak Oles Tokcer menjadi salah satu industri yang relevan untuk memperkenalkan kepada siswa mengenai pemanfaatan tanaman dan bahan alam Indonesia.
Ia mengatakan, tren kembali ke alam atau back to nature juga menjadi salah satu alasan pihak sekolah memperkenalkan siswa pada budaya Indonesia, tanaman asli Indonesia, serta pemanfaatan bahan simplisia.
“Industri Pak Oles merupakan salah satu perusahaan yang sudah lama berdiri dan komitmennya sudah terpercaya. Sekarang herbal dan musimnya back to nature, kembali ke alam. Jadi kami sengaja memperkenalkan anak-anak budaya Indonesia, tanaman asli Indonesia, pemanfaatan simplisia, dan itu sudah bisa diwakilkan oleh PT Karya Pak Oles Tokcer,” tegasnya.
Mengenal Standar Industri Obat Tradisional
Sementara itu, Dita Rizkiyanti mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai langkah positif untuk memperkenalkan dunia industri herbal kepada generasi muda, khususnya siswa yang dipersiapkan untuk berkarier di bidang kefarmasian.
“Kunjungan ini merupakan momen penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait industri kesehatan berbasis herbal yang kini semakin berkembang,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video profil PT Karya Pak Oles Group. Melalui pemaparan tersebut, para siswa diperkenalkan pada perjalanan perusahaan serta bidang usaha yang dikembangkan, termasuk industri kesehatan herbal dan pertanian organik dengan teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4).
Dita menjelaskan, perusahaan yang dirintis sejak 1997 tersebut pada awalnya memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pada 2000, perusahaan berkembang menjadi Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan mendirikan dua pabrik di Buleleng dan Denpasar.
Selanjutnya, pada 2011 perusahaan resmi berstatus sebagai Industri Obat Tradisional (IOT) dan telah tersertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sertifikasi tersebut kemudian mendapatkan re-sertifikasi pada 2021.
Siswa Melihat Proses Produksi Ramuan Pak Oles
Dalam kunjungan tersebut, siswa juga diperkenalkan pada tahapan produksi Ramuan Pak Oles. Proses tersebut meliputi pengolahan bahan, pengemasan, pelabelan, hingga pemberian kode batch dan tanggal kedaluwarsa.
Seluruh tahapan produksi dilakukan dengan memperhatikan standar kualitas dan pengawasan yang dilakukan oleh tim Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC).
Melalui kunjungan industri tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses produksi obat tradisional, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan standar mutu, pengawasan produksi, serta pentingnya ketelitian dalam industri kefarmasian.
Kegiatan ini sekaligus menjadi jembatan antara pembelajaran teori dan praktik di sekolah dengan kondisi nyata dunia industri, sehingga siswa memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai proses kerja di Industri Obat Tradisional.linktr.ee/pakolescom

