Sesi foto bersama Peserta Meeting APNAN 2026 bertempat di Prama Sanur Beach Hotel, Denpasar, Bali, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan internasional Asia-Pacific Natural Agriculture Network (APNAN) Meeting 2026 yang dihadiri perwakilan berbagai negara di kawasan Asia Pasifik menjadi ajang strategis untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan terobosan terbaru dalam pengembangan produk berbasis teknologi Effective Microorganisms (EM).

Kegiatan yang berlangsung di Prama Sanur Beach Hotel, Denpasar, Bali, Selasa (2/6/2026) tersebut mempertemukan produsen dan pengembang teknologi EM dari berbagai negara untuk memperkuat jaringan kerja sama sekaligus bertukar pengalaman dalam pengembangan produk ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr., mengatakan APNAN merupakan wadah yang menghimpun negara-negara produsen produk EM dan rutin menggelar pertemuan setiap dua tahun sekali.

“APNAN Meeting ini anggotanya merupakan negara-negara produsen produk EM dan kami bertemu setiap dua tahun sekali. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk membina jaringan dan bertukar ide mengenai produk-produk baru yang mengadopsi teknologi EM,” ujar Wididana di sela-sela kegiatan.

Tokoh yang akrab disapa Pak Oles tersebut dikenal sebagai pelopor yang membawa teknologi Effective Microorganisms ke Indonesia. Teknologi EM sendiri ditemukan oleh Prof. Dr. Teruo Higa, Guru Besar Bidang Hortikultura University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang.

Sebagai Direktur Utama PT Songgolangit Persada (SLP), Wididana juga merupakan satu-satunya pemegang lisensi resmi teknologi EM di Indonesia yang diberikan oleh EMRO (Effective Microorganisms Research Organization) Jepang.

Menurutnya, setiap negara anggota APNAN memiliki berbagai inovasi dan terobosan dalam pengembangan teknologi EM yang layak untuk dipelajari bersama.

“Negara-negara di Asia Pasifik tentunya memiliki inovasi dalam pengembangan teknologi EM untuk menghasilkan produk-produk baru dan terobosan baru, sehingga pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk bisa saling bertukar informasi,” katanya.

Ia menambahkan, hasil pertemuan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk baru yang berkualitas, telah teruji, dan dapat diterima masyarakat luas. Setelah APNAN Meeting, masing-masing peserta akan melanjutkan kegiatan riset, penyempurnaan produk, hingga pengembangan inovasi baru yang hasilnya dilaporkan kepada EMRO Jepang.

“Kami berharap tentu akan semakin solid, semakin produktif, serta semakin bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar alumni Program Pascasarjana Faculty of Agriculture, University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang tersebut.

Sementara itu, Direktur PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT), Ir. H. Agus Urson Hadi Pramono, menilai penyelenggaraan APNAN Meeting di Bali akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan dan penyebaran produk EM di Indonesia, khususnya EM4.

Menurutnya, berbagai contoh keberhasilan dari negara-negara anggota APNAN dapat menjadi referensi dalam memperluas pemanfaatan teknologi EM di sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengelolaan lingkungan.

“Kami berharap di Indonesia produk-produk EM ini tersebar lebih merata dan lebih luas digunakan oleh petani, petambak, peternak dan juga diaplikasikan untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan seperti halnya sampah yang menjadi persoalan krusial di Bali,” ujarnya.

Agus Urson menjelaskan bahwa APNAN Meeting secara rutin diselenggarakan sebagai sarana memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama antaranggota.

“Masalah yang terjadi di masing-masing negara diharapkan dapat dipecahkan melalui momentum pertemuan ini,” katanya.

Kegiatan APNAN Meeting 2026 diawali dengan registrasi peserta dari berbagai negara dan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan yang menghadirkan perwakilan EM Research Organization (EMRO) Jepang serta sambutan tuan rumah dari Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal Bali, para delegasi disambut dengan pertunjukan tari tradisional yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Pulau Dewata. Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebelum memasuki agenda utama pertemuan.

Rangkaian presentasi internasional dimulai dengan pemaparan delegasi India yang membahas kontribusi teknologi EM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan dan pengembangan usaha berbasis lingkungan.

Delegasi Selandia Baru kemudian memaparkan perkembangan EMNZ serta berbagai inovasi yang mendukung pemanfaatan teknologi biologis untuk mewujudkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Indonesia sebagai tuan rumah turut menyampaikan perkembangan implementasi teknologi EM di berbagai sektor serta peluang pengembangannya di masa depan.

Pada sesi berikutnya, delegasi Malaysia memperkenalkan pemanfaatan biofertilizer berbasis asam amino sebagai solusi peningkatan produktivitas pertanian yang ramah lingkungan. Sementara itu, delegasi Jepang dari EM Research Organization menyampaikan perkembangan global teknologi EM serta arah kolaborasi internasional ke depan.

Melalui APNAN Meeting 2026, para peserta tidak hanya bertukar ilmu pengetahuan dan inovasi, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama antarnegara dalam mendorong pemanfaatan teknologi Effective Microorganisms guna mendukung pembangunan pertanian dan lingkungan yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan Welcome Dinner yang menjadi ajang mempererat hubungan antar delegasi, bertukar gagasan, serta memperkuat semangat kolaborasi untuk pengembangan teknologi EM di masa mendatang.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini