Zakky Husein dari PT Songgolangit Persada sedang membakar sekam sebelum difermentasi menggunakan bioaktivator EM4 sebagai bahan pupuk organik berkualitas.

Sekam bakar selama ini menjadi bahan favorit untuk media tanam karena memiliki tekstur ringan, porous, dan mampu menjaga sirkulasi udara di area perakaran tanaman. Namun, penggunaan sekam bakar tanpa pengolahan yang tepat ternyata masih berpotensi menimbulkan berbagai masalah bagi pertumbuhan tanaman.

Sekam bakar yang digunakan secara langsung masih dapat membawa biji gulma, memicu munculnya jamur patogen, hingga menyerap unsur nitrogen yang dibutuhkan tanaman. Kondisi ini dapat membuat tanaman kurang optimal dalam tumbuh dan berkembang.

Karena itu, proses fermentasi menggunakan bioaktivator EM4 dinilai menjadi langkah penting sebelum sekam bakar diaplikasikan sebagai media tanam.

Melalui proses fermentasi, sekam bakar berubah menjadi media tanam yang lebih stabil dan kaya mikroorganisme baik. Mikroba positif dari EM4 membantu menekan perkembangan patogen, mempercepat proses penguraian bahan organik, sekaligus membuat unsur hara lebih mudah diserap tanaman.

Selain itu, struktur sekam bakar tetap gembur dan memiliki sistem drainase yang baik sehingga akar tanaman dapat tumbuh lebih sehat.

Proses pengolahannya pun cukup sederhana. Sekam bakar dicampur dengan larutan EM4 yang telah diaktifkan, kemudian didiamkan selama beberapa hari hingga beberapa minggu agar proses fermentasi berlangsung optimal.

Menurut Zakky Husein dari PT Songgolangit Persada, penggunaan EM4 pada sekam bakar terbukti efektif meningkatkan kualitas media tanam.

“Dengan fermentasi EM4, sekam bakar bukan cuma jadi penyangga akar, tapi juga menjadi media hidup yang penuh mikroba baik. Penyakit lebih sedikit, tidak bau, dan meningkatkan kesuburan jangka panjang. Ini solusi alami bagi petani maupun hobiis tanaman,” ujarnya.

Saat ini, penggunaan sekam bakar fermentasi EM4 semakin populer di kalangan petani sayuran, pecinta tanaman hias, hingga pelaku budidaya hidroponik. Selain membantu meningkatkan kesehatan tanaman, metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah padi secara optimal dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Dengan manfaat tersebut, fermentasi sekam bakar menggunakan EM4 menjadi salah satu alternatif sederhana namun efektif untuk menciptakan media tanam yang sehat, subur, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini