I Ketut Gede Wira Usada sedang memberi pakan ikan budidaya sistem bioflok di Mina Sari Rejeki Banjar Penarukan Kaje, Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

I Ketut Gede Wira Usada dan Ni Putu Ayu Winariyati, pasangan suami istri (pasutri) yang menekuni budidaya lele dan nila di Mina Sari Rejeki Banjar Penarukan Kaje, Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan telah merasakan manfaat nyata penggunaan teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4) untuk mendukung kesuksesan usaha budidaya yang telah dilakoni sejak 8 Juni 2021 itu.

“EM4 ini kami gunakan pada pakan ikan dan juga diaplikasikan pada air kolam,” kata Wina saat berbincang dengan tim YouTube EM Indonesia Official belum lama ini.

Wina menuturkan, usaha budidaya lele dan nila yang dilakoninya menggunakan sistem bioflok dengan diameter kolam 4 meter. Untuk kolam lele ada 12 dan nila 8 kolam. Masing-masing kolam ditebar sekitar 5.000 bibit.

EM4 digunakan dalam proses pembibisan pakan ikan. Produk EM4 Perikanan yang diproduksi oleh PT Songgolangit Persada (SLP) itu dicampurkan dengan air dan pakan ikan. “Namun EM4 yang diberikan untuk pakan ini sebelumnya telah kami fermentasi, kami kultur lagi, bukan dikocor langsung,” ujarnya.

Menurut Wina, ada perbedaan signifikan respons ikan pada pakan yang menggunakan EM4 dan yang tidak. Setelah menggunakan EM4, lele dan nila yang dibudidayakan tersebut, makannya menjadi lahap. 

“Ikan yang makan dengan lahap itu menunjukkan bahwa ikan itu sehat karena responsnya sangat bagus. Dalam sehari, kami memberikan dua kali pakan. Sedangkan ketika tanpa EM4, respons ikan pada pakan yang diberikan terkesan kurang lahap,” ucapnya.

Tak hanya pada pakan ikan, EM4 juga diaplikasikan air kolam, sehingga warnanya menjadi hijau dan tidak berbau.

Selain itu, berkat EM4, Wira dan Wina juga bisa menghemat penggunaan listrik karena pada kolam lele tak perlu lagi menggunakan aerasi. Kalau menggunakan aerasi, tentu listrik harus terus menyala selama 24 jam. “Sebelumnya sempat menggunakan aerasi, namun ketika kandungan amoniak tinggi dari kotoran ikan, menyebabkan ikan-ikan langsung tepar,” ujarnya.

Ikan lele dan nila yang dibudidayakan, sebagian dijual melalui pengepul dan sebagian lagi diolah langsung melalui usaha kuliner Pondok Makan Mina Sari Rezeki yang dimilikinya.

“Ada menu nila nyatnyat, mangut nila, lele asap dan sebagainya. Secara umum, ikan air tawar itu biasanya ada rasa tanah dan bau amis, tetapi dengan menggunakan produk EM4, rasa ikan menjadi manis dan tidak bau tanah,” kata Wina.

Dalam kesempatan tersebut, Wira dan Wina mengajak para pembudidaya ikan lainnya agar jangan cepat berpuas diri pada setiap usaha yang dilakoni. “Kita harus terus berinovasi untuk mencari solusi yang terbaik dalam melakukan pembudidayaan. Dengan sentuhan teknologi, akan membantu kita dalam proses budidaya dan meningkatkan produktivitas,” ucapnya.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini