Manusia pada hakikatnya harus bekerja sebagai bagian dari pengabdian dan eksistensi dirinya. Jika manusia tidak bekerja, maka kehidupannya tidak jauh berbeda dengan binatang yang hanya makan dan tidur.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr saat membahas tema Karma Marga “Jalan Menuju Tuhan Dengan Bekerja” yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta nasional belum lama ini.
Pria yang akrab disapa Pak Oles itu menjelaskan bahwa manusia bekerja bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, atau kebutuhan biologis lainnya. Bekerja merupakan bentuk eksistensi diri dan pengabdian kepada sesama.
“Manusia bekerja bukan hanya untuk makan dan minum, tetapi untuk memberikan pelayanan kepada orang lain, masyarakat, dan negara,” ujar sosok yang dikenal enerjik tersebut.
Ia menambahkan, sebelum seseorang mampu bekerja dengan baik, tentu harus melalui proses belajar, berlatih, maupun mengikuti berbagai pendidikan atau kursus. Melalui proses tersebut seseorang kemudian mampu bekerja, menghidupi dirinya sendiri dan keluarga, serta memberikan nilai-nilai positif bagi masyarakat.
Menurutnya, manusia yang bekerja dengan penuh kesadaran akan mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Dalam ajaran Hindu, hal ini dikenal dengan konsep loka sangraha, yakni upaya menjaga kesejahteraan dan keharmonisan masyarakat serta dunia.
“Dengan bekerja kita bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Itulah manfaat kita menjadi manusia, memberikan nilai positif dan membuat masyarakat menjadi lebih sejahtera,” jelasnya.
Alumni University of the Ryukyus Okinawa, Jepang, serta doktor lulusan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar itu menegaskan bahwa tujuan utama bekerja adalah memberikan pelayanan atau seva.
Ia mencontohkan berbagai profesi seperti dokter, penegak hukum, guru, pedagang hingga politisi, sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bukan untuk kepentingan diri sendiri, menekan atau memeras, tetapi memberikan kebahagiaan sehingga kehidupan manusia, negara, dan dunia menjadi lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, melalui pelayanan yang tulus seseorang akan memperoleh kebahagiaan, baik secara lahir maupun batin. Bahkan menurutnya, seseorang yang mampu menjadi pelayan sejati justru akan menjadi pemimpin yang baik.
“Barang siapa mampu menjadi pelayan, dialah yang akan menjadi pemimpin. Karena itu setiap individu hendaknya siap memberikan pelayanan dan rela berkorban untuk orang lain,” tegasnya.
Pak Oles juga menekankan bahwa memberikan pelayanan merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk menciptakan kesejahteraan dan kedamaian di dunia. Tuhan, menurutnya, menghendaki kebaikan dan kebahagiaan, bukan peperangan, kerusakan, maupun fitnah.
Karena itu, manusia hendaknya selalu bersyukur dan bersabar dalam menjalankan tugas kehidupan. Rasa syukur dan kesabaran menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan kepada sesama.
“Dengan bersyukur kita menghaturkan terima kasih kepada Tuhan dan kepada orang-orang yang kita layani. Melalui cara itulah kita menjalankan Karma Marga dan menemukan Tuhan dalam diri sendiri, dalam diri orang lain, serta di alam semesta,” pungkasnya.linktr.ee/pakolescom

