Webinar bertajuk “Finding & Mastering Your Ikigai” yang digelar oleh Bokashi Naturopati melalui aplikasi Zoom belum lama ini mengupas secara mendalam makna Ikigai sebagai ilmu hidup bahagia dan bermakna. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, pria enerjik yang akrab disapa Pak Oles menjelaskan bahwa Ikigai, jika dirangkum dari berbagai literatur dan buku, dapat disimpulkan sebagai ilmu tentang hidup bahagia. Ikigai tidak hanya berbicara soal kebahagiaan, tetapi juga seni hidup sehat, awet muda, rileks, serta tetap bugar hingga usia lanjut.
“Ikigai juga merupakan seni hidup dalam bekerja, belajar, dan bergaul dengan penuh kegembiraan. Ini adalah ilmu happy, seni hidup panjang umur, dan hidup yang lebih baik dengan menemukan serta menentukan tujuan hidup,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pak Oles menekankan bahwa kunci utama Ikigai terletak pada pemahaman tujuan hidup. Menurutnya, ketika seseorang mengetahui tujuan hidupnya, maka sejak bangun pagi pun ia sudah bisa merasa bahagia.
“Kita harus tahu untuk apa kita bangun pagi, untuk apa berolahraga, belajar sesuatu, mengonsumsi makanan sehat, dan bersosialisasi. Semua harus memiliki tujuan,” ujarnya.
Alumnus University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang tersebut menambahkan, seseorang perlu menemukan alasan hidupnya. Ketika seseorang tidak lagi mengetahui tujuan hidupnya, maka harapan akan memudar dan berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
“Pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah siapa saya dan mengapa saya. Apakah saya seorang guru, pebisnis, petani, seniman, pegawai, atau profesi lainnya. Mengapa saya berada di posisi itu, apa yang saya sukai, dan talenta apa yang saya miliki,” paparnya.
Selain itu, seseorang juga perlu memahami untuk apa dan untuk siapa dirinya ada. Dengan mengetahui hal tersebut, seseorang akan memahami alasan hidupnya serta kontribusi yang diberikan kepada orang lain dan lingkungan sekitarnya.
“Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana jika saya tidak ada? Dari sini muncul kesadaran tentang regenerasi dan makna keberadaan diri. Keberadaan seseorang harus memiliki alasan yang jelas,” tambahnya.
Pak Oles menjelaskan bahwa Ikigai dapat ditemukan melalui refleksi diri terhadap makna dan tujuan hidup. Inilah yang disebut sebagai the reason of life atau alasan seseorang hidup.
Ia juga menguraikan bahwa Ikigai berada pada titik pertemuan empat bidang, yakni apa yang dikuasai, apa yang disukai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang dapat menghasilkan uang. Titik temu dari keempat lingkaran inilah yang disebut Ikigai.
“Apa yang kamu kuasai adalah profesi, apa yang kamu sukai adalah passion, apa yang dibutuhkan dunia adalah misi, dan apa yang menghasilkan uang adalah pekerjaan atau vokasi. Ketika semua itu bertemu, di situlah Ikigai,” jelasnya.
Sebagai contoh, seseorang yang menyukai pertanian, menguasai ilmu pertanian, mampu menghasilkan uang dari bertani, dan produknya dibutuhkan masyarakat, maka pertanian itulah Ikigainya.
“Jika seseorang sudah menemukan Ikigai dalam pekerjaannya, bekerja tidak akan terasa melelahkan,” pungkas Pak Oles.linktr.ee/pakolescom

