Pertanian Organik EM Diserang Hama, Keluarkan Antioksidan

0
82
Seorang petani sedang menyemprot tanaman jagung dikawasan Kesiman, Denpasar Timur.

Instruktur Effective Microorganisms4 (EM4) pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali, Ir. I Gusti Ketut Riksa menegaskan, pertanian organik berbasis EM jika diserang oleh hama dan penyakit tanaman mengeluarkan fenolat (antioksidan).

“Jika tanaman yang terserang hama penyakit itu disemprot dengan pestisida, tanaman itu tidak lagi mengeluarkan antioksidan,” kata Ir. Gusti Ketut Riksa yang berhasil mencetak ribuan petani organik berbasis teknologi EM dari berbagai daerah di Indonesia untuk diterapkan di daerahnya masing-masing.

IPSA yang dibangun oleh Direktur utama PT Songgolangit  Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr tahun 1997 atau 27 tahun yang silam adalah agen tunggal di Indonesia yang memproduksi dan memasarkan EM4 pertanian, EM4 Peternakan, EM4 perikanan dan EM4 limbah ke seluruh daerah di Indonesia yang mendapat lisensi dari EMRO Jepang.

Ia menjelaskan, jika  banyak ada lubang pada daun sayuran pertanian organik itu, menandakan hamanya selalu menggigit daun sayuran secara berpindah-pindah akibat setiap serangga itu menggigit daun, karena terkena antioksidan.

Akibat serangga serangga itu ingin mengelak dari antioksidan,  menggigit lagi di tempat  lain, namun  dihalangi lagi oleh antioksidan dan seterusnya.

Namun bila dedaunannya mulus, itu menandakan hamanya telah mati duluan karena dibasmi dengan pestisida. Tanaman gandum dan berry organik mengandung antioksidan dua kali lipat lebih banyak dari tanaman konfensional.

Gusti Ketut Riksa menjelaskan, kandungn unsur mikro yang berfungsi untuk pencerahan, juga menurun derastis, sayur organik kandungannya jauh lebih tinggi dari kandungan unsur mikro tanaman konvensional seperti kalsium 63 % lebih tinggi, besi 59 % lebih tinggi, magnesium 138 % lebih tingi, Potasium 125 % lebih tinggi selenium 390 % lebih tinggi, seng 60 % lebih tinggi.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa derajat kekebalan manusia pun mengalami penurunan, jika  dibandinkan dengan 50 tahun yang silam, radikal bebas dan hormun lingkungan juga semakin menghawatirkan.

Oleh sebab itu sudah saatnya sekarang mengembangkan pertanian organik berbasis EM, guna menghasilkan bahan pangan yang sehat dan melimpah memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah, harap Gusti Ketut Riksa.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini