Pakan Fermentasi, Solusi Ternak Domba di Musim Kemarau

0
97
Pakan fermentasi memiliki keunggulan dapat disimpan dalam waktu yang lama, dapat memperbaiki sistem pencernaan ternak, bobot badan ternak lebih cepat bertambah serta kotoran yang dihasilkan tidak terlalu bau.

Pakan sering menjadi kendala terutama pada pergantian musim dari musim hujan ke musim kemarau. Perubahan musim membawa perubahan terhadap kondisi lingkungan terutama komoditas pertanian.

Pakan hijauan ternak sangat bergantung pada musim, sehingga pada musim hujan keberadaan hijauan pakan ternak sangat melimpah, sebaliknya pada musim kemarau hijauan pakan ternak menurun baik kualitas maupun kuantitasnya.

Namun sayangnya, petani Indonesia banyak yang menggantungkan pakan ternak dari hijauan segar. Padahal banyak sekali metode dan cara yang dapat dilakukan untuk mengganti pakan hijauan terutama pada musim kemarau.

Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengganti pakan hijauan yakni dengan fermentasi pakan. Fermentasi pakan memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan pakan ternak lainnya.

Selain dapat disimpan dalam waktu yang lama keunggulan lain adalah dapat memperbaiki sistem pencernaan ternak, bobot badan ternak lebih cepat bertambah serta kotoran yang dihasilkan tidak terlalu bau.

Fermentasi ini sendiri merupakan suatu proses pengawetan makanan secara alami menggunakan mikroorganisme, dengan tujuan supaya pakan dapat disimpan dalam kurun waktu lama dan nutrisi pakan tidak berubah.

Tujuan lain dari fermentasi pakan adalah memanfaatkan limbah pertanian, terutama pelepah pisang dan jerami yang jumlahnya cukup banyak dan seringkali terbuang, limbah pertanian tersebut juga sangat mudah untuk diproses dan difermentasi.

Proses pembuatan fermentasi pakan dilakukan dengan cara mencacah limbah pertanian, kemudian mencampurkannya dengan bahan tambahan seperti dedak, molase, dan EM4 Peternakan. Hasil fermentasi pakan dapat diberikan kepada ternak setelah difermentasi dalam kondisi anaerob.

Dalam pemberian hasil fermentasi pakan sebaiknya diberikan sedikit-sedikit agar ternak domba dapat beradaptasi dengan pakan fermentasi, dan sebelum pakan fermentasi diberikan sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu selama 15 menit agar pakan tidak terlalu lembab, karena jika pakan fermentasi terlalu lembab maka ternak tidak mau memakannya.

Perbedaan jenis pakan yang diberikan juga dapat mempengaruhi palatabilitas ternak domba sehingga jika domba tidak terbiasa dengan pakan fermentasi, maka ternak menolak untuk makan sehingga akan mempengaruhi produktivitas.

Fermentasi pakan ini diharapkan dapat diaplikasikan oleh semua peternak bukan hanya peternak domba, melainkan semua peternak komoditas ruminansia. Dengan tujuan supaya dapat memaksimalkan pemberian pakan pada musim kemarau meskipun tidak dengan pakan hijauan. seperti yang diulas website kampusternak.com. https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini