Oleh: Ketut Sutika
Mengkonsumsi makanan dari bahan pangan organik yang sehat, baik dan benar mengantarkan akal budi menjadi lebih stabil, memiliki berpandangan yang positif dan senantiasa mendapat pencerahan. Hal itu sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia, terutama terhadap kondisi fisik dan psikis, karena dengan mengkonsumsi makanan dari pangan sehat, tidak akan pernah merasa frustasi dan ketakutan.

“Semua itu berkat terbentuknya keselarasan antara mikroorganisme, enzim, daya vital, hormon dan mineral di dalam ‘dunia kecil’ pada tubuh. Karena jika usus sehat semua organ tubuh dapat bekerja dengan baik,” tutur Staf Ahli PT Songgolangit Persada, Ir. I Gusti Ketut Riksa (80 tahun). Meskipun usianya sudah senja, sosok pria yang masih enerjik menggeluti pertanian organik untuk memenuhi pangan keluarga dari lahan di sekitar rumah tempat pemukimannya di kawasan Kerobokan, Kabupaten Badung itu selalu menekankan, manusia seharusnya mengikuti cara makan alami karena manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari alam.

Hal itu harus disadari, karena tidak seorangpun dapat berbuat lebih baik dari apa yang telah dirancang alam. Karena kesehatan. kebugaran dan umur panjang ditentukan oleh hal-hal yang bersifat alami, maka manusia harus mengetahui sebanyak mungkin cara kerja sistem alam tersebut.

Misalnya seorang ibu memetik sayur kangkung dan langsung memasak rasanya sangat enak, berbeda dengan kangkung yang disimpan dulu di kulkas, setelah seminggu baru dimasak. Hal itu karena kangkung yang dipetik langsung dimasak itu menyimpan daya hidup dan kangkung yang disimpan di kulkas itu tanpa memiliki daya hidup akan mengalami kehancuran dan pembusukan.
Demikian pula dengan makanan yang dikonsumsi, yakni makanan yang masih mengandung daya hidup sangat berbeda khasiatnya terhadap kebutuhan jasmani dan rohani.

Demikian pula oran g tua zaman dulu setelah panen padi disimpan di dalam lumbung dan baru diturunkan dari lumbung untuk ditumbuk menjadi beras lalu dimasak. Setahun lamanya padi yang disimpan di lumbung bila disemai akan tumbuh menjadi tanaman baru.
Tanaman seralia (biji-bijian) mampu mempertahankan daya hidup lebih lama dari pada tanaman lain. Artinya orang tua zaman dulu selalu makan nasi yang masih mengandung daya hidup.

Berbeda dengan masyarakat modern sekarang ini selalu mengkonsumsi beras yang sudah lama tersimpan di gudang, beras tersebut sudah kehilangan daya hidup dari pada padi. Teknologi sekarang telah mengorbankan daya hidup yang sangat bermanfaat demi alasan efisien.
Oleh sebab itu, mulai sekarang setiap rumah tangga di kota maupun pedesaan dapat lebih mengintensifkan pengembangan pertanian organik berbasis Effective Microorganisms (EM) untuk memantapkan ketahanan pangan, minimal mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun lahan perumahan di perkotaan tidak begitu luas, namun bisa disiasati untuk pertanian organik di lahan sempit menggunakan media pot, ember dan barang bekas lainnya untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura kebutuhan dapur sehari-hari.
Dengan menggunakan media tanah dan pupuk organik bisa menanam tanaman herbal seperti gencarum, suladri, sere, pandan harum, cabai dan sayur mayur, disamping tanaman jenis bunga-bungaan yang dapat memberikan keindahan dan keasrian.

Semua anggota keluarga ikut merawat, memelihara dan mengembangkan pertanian perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadikan tempat pemukiman yang hijau, asri, indah, lestari dan bersih. Pakar pertanian Organik Indonesia, Dr. Ir. Gede ngurah Wididana, M.Agr menilai, pengembangan pertanian organik skala rumah tangga memanfaatkan limbah dapur yang didaur ulang menjadi pupuk organik, hemat dan memberikan manfaat. Sosok pria enerjik yang juga Direktur Utama PT Songgolangit Persada menekankan, limbah rumah tangga secara sederhana dipisahkan sesuai jenisnya, organik dan non organik.

Limbah non organik seperti botol plastik, karet, besi, kaca, dan lain-lain dikumpulkan untuk didaur ulang oleh bank sampah atau pengelola limbah non organik untuk diproses daur ulang. Sementara limbah organik, seperti daun, sisa sayur, buah-buahan dan sisa makanan lainnya dikumpulkan, untuk pupuk, diolah di tempat pembuangan limbah organik untuk pupuk. Limbah sisa makanan, dalam skala kecil bisa langsung untuk makanan ayam kampung.

Dalam skala yang lebih besar, limbah sisa makanan bisa dikumpulkan secara berkelompok untuk makanan ternak melalui koperasi maupun usaha kecil. Dengan cara mendaur ulang limbah sisa makanan untuk makanan ternak, ayam, dan bebek.
Demikian pula limbah air cucian beras juga ditampung dalam satu tempat untuk difermentasi setiap hari untuk pupuk organik dengan sentuhan Effective Microorganisme (EM4) yang ditampung dalam wadah jirigen bertutup kedap. Fermentasi limbah air beras dilakukan dengan menambah gula/molas, EM dengan perbandingan setiap liter air cucian beras ditambah dengan 50 ml EM dan 50 ml molas, kemudian dikocok dan ditutup rapat.

Setelah satu minggu difermentasi dalam wadah tertutup, limbah air cucian beras sangat bagus untuk pupuk organik, dengan melarutkannya ke dalam air, dengan perbandingan satu liter fermentasi air cucian beras dilarutkan ke dalam 100 liter air, kemudian disiramkan ke tanah atau pot tanaman, maupun disemprotkan ke daun tanaman.
Metode yang mudah dan sederhana ini sangat berguna untuk memulai pertanian organik dari rumah tangga masing-masing yang dapat memberikan banyak manfaat.

Relaksasi dan Lingkungan
Dr. Wididana, alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang itu menekankan, pertanian perkotaan (urban farming) adalah pertanian yang dilakukan di daerah perkotaan oleh masyarakat kota yang memiliki potensi mengembangkan pertanian organik, walaupun dalam skala terbatas.

Pertanian dengan niat dan usaha yang dilakukan dengan kesenangan (hobi) di lahan sempit akan mampu memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan, misalnya untuk sayur-mayur, tanaman bumbu-bumbuan dan kebutuhan dapur sehari-hari lainnya.Pertanian perkotaan yang semuanya dilakukan dengan menanam tanaman di dalam pot atau di pekarangan sempit, akan memberikan hasil panen yang cukup untuk kebutuhan sayur/ makanan di saat mendesak.

Tanaman bunga-bungaan juga bermanfaat untuk memberikan keindahan dan menyediakan bunga untuk kebutuhan sembahyang di keluarga. Demikian pula tanaman pisang memberikan daun untuk membungkus makanan saat membungkus masakan yang dikukus, bunga pisang dan anakan pisang yang muda bisa digunakan untuk sayur.

Pertanian perkotaan harus terus digerakkan menjadi suatu gerakan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat kota dan memberikan kontribusi terhadap kelestarian lingkungan, tanah, udara dan air kota menjadi lebih bersih. Melalui aktivitas pertanian perkotaan bisa dijalin komunikasi antara penggemar pertanian perkotaan dengan membentuk komunitas, sehingga bisa melakukan tukar menukar informasi, produk dan terjalinnya komunikasi antar anggota komunitas. Komunikasi antar tetangga juga bisa menjadi semakin erat karena persamaan hobi dan minat dalam mengembangkan pertanian perkotaan.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini