Staf Ahli: EM Adalah Hak Paten

0
35
Ir. I Gusti Ketut Riksa menunjukkan produk EM4 untuk pertanian.

Effective Microorganisms (EM) adalah hak paten PT Songgolangit Persada (SLP) satu-satunya di Indonesia yang mendapat lisensi dari EM Research Organization (EMRO) Jepang untuk memproduksi dan memasarkan EM4 pertanian, perikanan, peternakan dan mengatasi limbah (pencemaran) ke seluruh daerah di Indonesia.

“EM itu adalah hak paten, oleh karena itu tidak diperkenankan membuatnya meskipun tahu cara memproduksinya. Kalau di Indonesia beli saja dari PT SLP yang didirikan oleh Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana yang akrab disapa Pak Oles, yang dijual hampir oleh semua toko pertanian di Nusantara yang harganya sangat terjangkau,” kata Staf Ahli PT Songgolangit Persada, Ir. I Gusti Ketut Riksa di Denpasar, Senin.

Ia menyarankan, setiap rumah tangga mempunyai persediaan EM aktif siap pakai untuk kepentingan dalam berbagai aspek kehidupan. EM keluaran pabrik yang dijual di toko-toko pertanian sebenarnya sudah siap pakai.

Namun EM aslinya masih tidur, oleh karena itu terlebih dulu harus diaktifkan atau dengan istilah lain dibangunkan. EM yang sudah dibangunkan lebih baik digunakan daripada EM yang masih tidur (dorman). Dengan mengaktifkan terkandung juga pengertian memperbanyak agar lebih efisien.

Contohnya satu liter EM yang masih dorman dicampur dengan seliter molase ditambah dengan 18 liter air, adonan ini difermentasi selama 5-7 hari, sudah siap digunakan.

Saat menggunakannya encerkan lagi dengan air menggunakan perbandingan 1 liter air dicampur dengan 10 cc EM aktif, tutur Gusti Ketut Riksa yang juga instruktur pertanian organik dan teknologi EM Yayasan GNW di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

EM hasil fermentasi itu juga dapat digunakan untuk membuat pupuk padat, pupuk cair, FPE/EM 5 bio urin dan lain-lain. EM untuk peternakan juga dapat digunakan untuk membuat pakan daur ulang, silase EM jamu ternak.

Sementara EM untuk sektor perikanan juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kualitas air, membuat jamu ikan serta pakan alternatif bagi ikan piaraan, tutur Gusti Ketut Riksa. https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini