Dalam webinar bertajuk “Finding & Mastering Ikigai”, Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang akrab disapa Pak Oles, mengupas konsep penting dalam menemukan makna hidup melalui prinsip “Take Your Pleasure Seriously” atau melakukan kesenangan dengan serius.

Menurutnya, banyak orang belum menyadari bahwa hobi dan kesenangan pribadi bisa menjadi jalan hidup, sumber penghasilan, sekaligus ladang pengabdian. Ketika seseorang menyenangi pekerjaannya seperti menikmati hobi, maka pekerjaan terasa ringan, penuh kegembiraan, dan jauh dari rasa lelah.

“Kalau hobi dijalani dengan serius, kita bekerja sambil bermain, kreatif, inovatif, menjadi ahli, dibutuhkan, dan bahkan dibayar dari hobi itu. Jadi tidak ada capeknya,” ujar Pak Oles.

Ia mencontohkan seseorang yang gemar bepergian. Dari hobi jalan-jalan, orang tersebut bisa membangun perusahaan travel, membuat program wisata, membentuk komunitas, dan terus berkarya di bidang yang disukai. Hal yang sama berlaku bagi yang gemar menggambar, menulis, memasak, atau bidang kreatif lainnya.

“Kalau suka menulis, ya menulis buku, membuat karya tulis. Dibayar atau tidak, kalau dilakukan dengan senang, hasilnya akan lebih bagus dan akhirnya punya nilai di masyarakat,” jelasnya.

Bekerja Itu Seharusnya Menyenangkan

Pak Oles juga menyinggung konsep Jepang tentang bekerja dengan rasa bermain, di mana seseorang berada dalam kondisi flow — bekerja dengan rileks, bahagia, namun tetap fokus. Dari kondisi inilah lahir kreativitas dan inovasi.

Ia membagikan kisah temannya di Jepang yang hobi bermain golf. Karena serius menekuni hobinya, ia menjadi wartawan golf, berkeliling dunia, bermain golf gratis, sekaligus dibayar untuk menulis ulasan tentang lapangan golf. Hobi pun berubah menjadi profesi bergengsi.

Empat Lingkaran Ikigai

Alumnus University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang ini menjelaskan bahwa Ikigai terbentuk dari pertemuan empat hal utama:

Apa yang Anda cintai

Apa yang Anda kuasai

Apa yang bisa membuat Anda dibayar

Apa yang dibutuhkan dunia

“Dari empat lingkaran itu bertemu, di situlah ikigai,” terangnya.

Ikigai, lanjutnya, tidak terbatas pada pekerjaan formal. Ikigai bisa ditemukan dalam olahraga, seni, pendidikan, kepemimpinan, lingkungan, hingga aktivitas sosial.

Ikigai Harus Diberi Nama

Cara menemukan ikigai, kata Pak Oles, adalah dengan memberi nama pada tujuan hidup tersebut. Misalnya ikigai untuk merawat orang tua, menyekolahkan anak, memperbaiki organisasi, menciptakan produk menyehatkan, atau memperluas jaringan pertemanan untuk bisnis.

“Nama itu penting. Ikigai itu sama dengan misi hidup. Ketika kita tahu untuk apa kita melakukan sesuatu, hidup jadi lebih bermakna,” jelasnya.

Dengan menjalani kesenangan secara serius, setiap orang berpeluang hidup lebih bahagia, produktif, dan memberi manfaat bagi dunia.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini