Produk EM4 dinilai mampu membantu peternak menekan kadar amonia secara alami.

Gas amonia masih menjadi persoalan utama dalam pengelolaan kandang ayam broiler, khususnya pada sistem semi closed house dengan tingkat kepadatan tinggi. Hal ini disampaikan oleh Staf PT Songgolangit Persada, produsen EM4, Ir. Kontjoro Adijanto, dalam keterangannya.

Pria enerjik yang akrab disapa Yoyok tersebut menjelaskan, gas amonia berasal dari proses penguraian kotoran ayam dan sisa pakan yang menumpuk di litter. Kondisi ini memicu bau menyengat yang tidak hanya mengganggu, tetapi juga menurunkan kenyamanan lingkungan kandang.

“Kadar amonia yang tinggi dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ayam, seperti iritasi saluran pernapasan, penurunan konsumsi pakan, hingga terhambatnya pertumbuhan. Selain itu, amonia juga meningkatkan risiko penyakit dan menurunkan performa produksi ayam broiler,” jelas Yoyok.

Menurutnya, peningkatan gas amonia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya suhu dan kelembapan kandang yang tinggi, sirkulasi udara yang kurang optimal, manajemen pemeliharaan yang tidak tepat, serta kondisi litter yang lembap. Kepadatan populasi ayam yang tinggi juga mempercepat terbentuknya gas amonia di dalam kandang.

Sebagai solusi ramah lingkungan, Yoyok merekomendasikan penggunaan Effective Microorganisms-4 (EM4). Produk ini dinilai mampu membantu peternak menekan kadar amonia secara alami.

“EM4 Peternakan mengandung mikroorganisme menguntungkan yang dapat menekan aktivitas bakteri pembusuk dan mempercepat fermentasi bahan organik di litter,” tegasnya.

Aplikasi EM4 dilakukan melalui penyemprotan secara rutin pada litter dan area kandang. Cara ini terbukti membantu menurunkan kadar amonia, mengurangi bau tidak sedap, serta menjaga kondisi litter tetap kering dan sehat.

“Dengan kualitas udara kandang yang lebih baik, kesehatan ayam terjaga dan produktivitas ayam broiler pun dapat meningkat,” pungkas Yoyok.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini