Sosialisasi pemanfaatan galon bekas sebagai tempat budidaya ikan lele dilaksanakan dalam rangka menunjang ketahanan pangan dan menyikapi darurat sampah di DIY oleh Mahasiwa KKN UAD Unit 1.A.I yang beranggotakan 10 orang mahasiswa.
Kegiatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 135 Unit I.A.1 telah melakukan sosialisasi pemanfaatan galon bekas sebagai tempat budidaya ikan lele yang diikuti oleh Ibu-Ibu PKK Dusun Demangan gunungan, Pleret, Bantul, Yogyakarta, yang berjumlah sebanyak 81 orang. Kegiatan berlangsung di halaman Masjid Riyadhusolihin.
Ketua tim KKN unit 1, Ridwan mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan serta memanfaatkan limbah sampah galon bekas. Di padukuhan Gunungan sendiri cukup sering ditemui sampah galon yang hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu dalam rangka mendukung program AKU HATINYA PKK terkait pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran dan memelihara ikan maka KKN UAD berinovasi memadukan budidaya ikan dan sayuran dalam satu wadah yang diberi nama teknik penanaman Aquaponik, jadi Tim KKN UAD berupaya memanfaatkan sampah galon dengan membuat inovasi budidaya ikan lele dalam galon bekas dengan Teknik Aquaponik.
Budidaya tanaman sayuran dengan media tanam selain tanah. Teknik ini memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dalam satu wadah. Bahan dan alat yang dibutuhkan berupa Gallon bekas, ceting nasi dari plastik, bibit kangkung, tisue serbaguna, media tanam dari sekam bakar, arang dan air bersih, sedangkan alat yang digunakan berupa solder dan pisau. Seperti yang diulas https://kumparan.com/ridwannurrochim/pelatihan-aquaponik-oleh-kkn-uad-untuk-menunjang-ketahanan-pangan-bagi-warga-23Riu5153vx/full
Hal-hal yang diperlukan dalam budidaya lele dalam gallon adalah kualitas air. Ada 2 metode dalam menjaga kualitas Air yaitu red water system yang memanfaatkan microba Effektive Microorganisme 4 (EM4) untuk mengurai amonia dan green water system memanfaatkan sinar matahari sebagai media pengurai amonia sehingga air berwarna hijau.
Tanaman mendapatkan nutrisi dari kotoran ikan dalam ember yang termasuk pupuk organik bagi tanaman. Jika benih ikan dan pakan bagus dan berkualitas, maka lele dapat dipanen dalam jangka waktu 2 bulan dan tanaman kangkung dapat dipanen setelah kangkung berumur 14-21 hari.
Selama sosialisasi berlangsung peserta memberikan respon positif, tak jarang masyarakat ikut serta memberikan pertanyaan dan pendapat dari permasalahan yang dialami tim. “Harapan kami pada pelatihan ini adalah meningkatkan ketahanan pangan dan setelah KKN berakhir program budidaya menggunakan Teknik aquaponic ini masih tetap berlanjut sehingga dapat mengatasi permasalahan sampah gallon bekas di masyarakat,” jelasnya.https://linktr.ee/em4

