
Saluran pembuangan dan toilet tersumbat akibat penumpukan limbah organik menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di rumah tangga. Untuk mengatasinya, EM4 Toilet dapat menjadi alternatif berbasis mikroorganisme yang membantu mengurai bahan organik sekaligus mengurangi bau tidak sedap.
Zakky Husein, perwakilan PT Songgolangit Persada (SLP), produsen EM4, menjelaskan bahwa EM4 bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme fermentasi untuk membantu menguraikan limbah organik yang menumpuk di saluran pembuangan.
“Bakteri baik di dalam EM4 akan mempercepat proses penguraian limbah organik. Ketika saluran tersumbat oleh sisa kotoran atau bahan organik, mikroorganisme membantu memecahnya menjadi material yang lebih mudah dialirkan,” ujar Zakky.
Penggunaan EM4 Toilet juga relatif mudah. Cairan EM4 dapat dituangkan ke dalam kloset atau saluran pembuangan, kemudian didiamkan selama beberapa jam atau semalaman agar mikroorganisme bekerja. Setelah itu, saluran dapat disiram dengan air bersih.
Selain membantu mengurai limbah organik, penggunaan EM4 juga ditujukan untuk membantu mengurangi bau tidak sedap yang berasal dari proses pembusukan limbah.
Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, menjelaskan bahwa Effective Microorganisms 4 (EM4) merupakan produk mikroorganisme multikultur dalam media cair yang terdiri antara lain dari bakteri fotosintetik, ragi, dan Lactobacillus. Teknologi tersebut pertama kali dikembangkan oleh Dr. Teruo Higa dari University of The Ryukyus, Jepang.
Di Indonesia, teknologi EM4 dikembangkan sejak 1993 oleh Dr. Wididana melalui PT Songgolangit Persada. Produk EM4 kemudian dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, serta pengolahan limbah toilet dan organik.
Menurut Dr. Wididana, teknologi EM bekerja melalui proses fermentasi dan aktivitas mikroorganisme untuk membantu menguraikan bahan organik, baik di tanah maupun di lingkungan perairan dan sistem pengolahan limbah.
“Limbah toilet di dalam rumah tangga yang umumnya diolah secara alami dalam septic tank perlu didukung agar proses penguraiannya berjalan lebih baik. Salah satunya dengan bantuan EM4,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan EM4 pada sistem pengolahan limbah dapat membantu mengurangi pembentukan bau yang berasal dari proses pembusukan bahan organik. Proses fermentasi juga membantu mengubah kondisi penguraian limbah sehingga pembentukan gas dan panas dari pembusukan dapat ditekan.
Untuk septic tank yang sudah penuh, penanganan tetap perlu dilakukan sesuai kondisi dan kapasitas tangki. EM4 dapat digunakan sebagai bagian dari perlakuan pengolahan limbah, namun bukan pengganti penyedotan septic tank apabila tangki telah mencapai kapasitas maksimal.
Dengan penggunaan yang tepat, teknologi EM4 dapat menjadi salah satu pendekatan biologis dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.https://linktr.ee/em4
