Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menegaskan bahwa ketegasan merupakan salah satu kunci utama dalam meraih keberhasilan hidup. Menurutnya, tanpa sikap tegas, seseorang akan kesulitan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
“Bagaimana Anda bisa berhasil mencapai tujuan jika tidak tegas? Tegas itu bukan berarti keras. Tegas adalah memiliki sikap yang jelas, arah yang jelas, dan pandangan hidup yang jelas,” ujar pria yang akrab disapa Pak Oles.
Ia menjelaskan, ketegasan akan menghilangkan keraguan dalam diri seseorang. Tidak hanya itu, lingkungan sekitar pun akan turut terpengaruh. Orang-orang yang ragu akan menjauh, sementara mereka yang optimistis akan semakin banyak mendukung.
“Dengan sikap tegas, tujuan perjuangan yang Anda cita-citakan akan semakin dekat dan nyata. Lawan pun akan berhitung dalam menghadapi Anda,” tambahnya.
Alumni University of the Ryukyus serta doktor lulusan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar ini juga menekankan bahwa ketegasan tidak diukur dari cara berbicara, melainkan dari tindakan nyata.
“Ketegasan seseorang dilihat dari tindakannya, bukan dari bicaranya. Ada yang berbicara keras, tetapi lemah dalam bertindak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orang yang tegas adalah mereka yang konsisten antara ucapan dan tindakan. Apa yang direncanakan segera dilaksanakan, apa yang diinginkan segera diwujudkan, serta berbagai persoalan ditangani dengan cepat dan tepat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap pilihan memiliki risiko. Orang yang tegas akan menghadapi risiko, baik itu berhasil atau gagal, dipuji maupun dihina. Meski begitu, menurutnya, orang yang tidak tegas justru menghadapi risiko yang lebih besar.
“Orang yang tidak tegas memiliki risiko tambahan, yaitu hampir pasti gagal. Ketegasan adalah sebuah sikap, dan pilihan untuk bersikap tegas atau tidak tegas ada di tangan Anda,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk melatih sikap tegas sebagai bagian dari filosofi hidup, yakni berpikir fokus, berkata benar, dan bertindak nyata sesuai dengan apa yang dipikirkan dan diucapkan.
“Dengan bersikap tegas, pekerjaan menjadi tuntas. Sebaliknya, jika ragu-ragu, pekerjaan justru terbengkalai,” pungkasnya.linktr.ee/pakolescom

