
Oleh: Dr. Wididana
Salah satu jurus yang dapat diandalkan agar perusahaan mampu bertahan, tumbuh, dan sukses menapaki perjalanan hingga mencapai tiga dekade adalah berkelit di masa sulit. Artinya, menghadapi berbagai tantangan dengan menerapkan ide-ide kreatif dan produktif agar pekerjaan menjadi lebih efisien, tepat sasaran, serta mampu menghasilkan produk, barang, dan jasa yang memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Menyederhanakan produk, rantai pasar, jalur informasi, dan pelayanan merupakan salah satu bentuk efisiensi. Efisiensi berarti sederhana, tepat, cepat, dan tepat sasaran, dengan biaya yang rendah serta seminimal mungkin membuang energi dan sumber daya, tetapi tetap mempertahankan kualitas produk yang prima.
Hal yang sama dapat kita lihat dari kehidupan petani. Bagaimana petani mampu bertahan hidup di masa-masa sulit, seperti saat paceklik atau gagal panen? Mereka tetap harus bisa menjalani kehidupan, tersenyum, menjaga kesehatan, dan melanjutkan perjuangan dengan penuh semangat.
Semua itu dapat dilakukan dengan menerapkan jurus berkelit di masa sulit, yaitu hidup sederhana, efisien, rajin, kreatif, produktif, dan penuh semangat, serta selalu optimistis memandang masa depan dengan harapan baru.
Demikian pula ibu dan bapak rumah tangga. Banyak keluarga mampu melewati berbagai persoalan ekonomi dan keuangan, meskipun memiliki penghasilan yang terbatas. Mereka berhasil merawat dan menyekolahkan anak-anaknya karena mampu hidup sederhana, pintar mengatur keuangan, mendahulukan kebutuhan yang penting, serta mengurangi atau menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Mereka juga kreatif dan produktif dalam mengelola sumber daya, melakukan efisiensi, mendaur ulang produk dan limbah, hidup mandiri, serta membangun rasa tanggung jawab di antara anggota keluarga. Setiap anggota keluarga siap berkorban dan terus berkarya demi melanjutkan perjuangan hidup.
Dari kehidupan petani serta ibu dan bapak rumah tangga, kita dapat belajar tentang jurus berkelit di masa sulit. Namun, di zaman modern yang penuh dengan godaan dan jebakan informasi negatif, tidak sedikit orang justru meninggalkan jurus tersebut. Gaya hidup mewah dan boros, budaya flexing, serta keinginan untuk terlihat sukses sering kali membuat seseorang menerapkan jurus “melejit di masa sulit” tanpa perhitungan. Akibatnya, utang semakin melilit, aset dan tanah terpaksa dijual, hingga akhirnya mengalami kebangkrutan.
Mahatma Gandhi pernah mengajarkan pentingnya hidup sederhana dan berpikir maju sebagai bagian dari upaya menghadapi kesulitan dan kemiskinan. Hiduplah sederhana, sesuai kemampuan, sesuai kebutuhan, dan sesuai tujuan. Pada saat yang sama, berpikirlah maju dengan berani berinvestasi pada pendidikan, pengalaman positif, kesehatan, kebahagiaan, dan kedamaian pikiran.
Berpikir maju juga berarti berani bekerja lebih keras, mencari pengalaman baru yang mendukung usaha, terus belajar, mengambil tanggung jawab dan kesempatan baru, serta mampu melihat momentum dalam berbagai situasi. Ketika momentum itu datang, manfaatkan dengan kerja keras, semangat, kreativitas, dan harapan baru untuk mencapai keberhasilan.
Itulah jurus berkelit di masa sulit: hidup sederhana, bekerja cerdas, berpikir maju, terus berkarya, dan selalu memiliki harapan untuk menjadi lebih baik.linktr.ee/pakolescom
