Wibhuti Emriko B.Sc., M.Sc selaku perwakilan PT Karya Pak Oles Tokcer menyampaikan materi dalam kunjungan mahasiswa Tokyo University of Agriculture.

Sejumlah mahasiswa Tokyo University of Agriculture, Jepang, secara khusus datang ke Bali untuk mempelajari proses produksi hingga manajemen pengelolaan produk herbal Ramuan Pak Oles dari PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT).

Mahasiswa dari Negeri Sakura itu mengawali kunjungan dengan mendatangi pabrik Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer di Jalan Tukad Balian, Denpasar, Bali, pada Jumat (7/8/2026).

Mereka dijadwalkan berada di Bali selama sembilan hari, dengan pembagian tiga hari di pabrik pengemasan di Kota Denpasar, dan enam hari di pabrik penyiapan bahan baku di Kabupaten Buleleng.

Komang Komang Wibhuti Emriko B.Sc., M.Sc selaku perwakilan PT Karya Pak Oles Tokcer mengatakan kunjungan mahasiswa tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama nota kesepahaman (MoU) antara Tokyo University of Agriculture dan PT Karya Pak Oles Tokcer, khususnya dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa Jepang untuk memperoleh pengalaman praktik lapangan di Indonesia.

Tokyo University of Agriculture merupakan salah satu universitas tertua di Jepang yang bergerak di bidang pertanian. Sementara itu, para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari jurusan Agribisnis.

“Di sini mereka akan belajar pekerjaan produksi dari hulu ke hilir, dari bahan-bahan mentah seperti mencacah, menjemur rimpang-rimpangan sampai menjadi simplisia. Selanjutnya belajar pengemasan dan lain sebagainya,” kata Komang Wibhuti saat menjadi pemateri dalam kunjungan mahasiswa tersebut.

Kunjungan tersebut merupakan kali kedua mahasiswa Tokyo University of Agriculture datang ke Bali untuk mempelajari secara langsung pengelolaan produk herbal Ramuan Pak Oles. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Kegiatan praktik lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada para mahasiswa, sekaligus memperkenalkan lebih jauh dunia herbal, terutama di tengah tren “wellness” yang semakin berkembang.

Ia menambahkan, ketertarikan mahasiswa Jepang untuk datang ke Bali juga tidak terlepas dari produk Ramuan Pak Oles yang telah beredar cukup luas di Jepang. Hal itu menjadi salah satu pemicu ketertarikan pihak Tokyo University of Agriculture untuk mengetahui lebih jauh proses produksi, distribusi, hingga manajemenya.

“Mahasiswa datang ke Bali terinspirasi dari produk Pak Oles yang sudah beredar luas di Jepang. Salah satu dosen kemudian menghubungi kami dan menanyakan apakah bisa bekerja sama lebih lanjut,” ujar Komang Wibuti.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga melihat secara langsung tahapan pengolahan bahan baku herbal hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan agribisnis berbasis herbal sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama akademik dan industri antara kedua pihak pada masa mendatang.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini