Rombongan Delegasi APNAN 2026 saat mengunjungi Kelompok Tani Somya Pertiwi Organik yang mengembangkan padi merah dengan sentuhan EM4.

Delegasi Asia Pacific Natural Agriculture Network (APNAN) 2026 melakukan kunjungan lapangan ke kawasan persawahan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, sebagai bagian dari rangkaian APNAN Meeting 2026 belum lama ini. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan praktik pertanian alami dan berkelanjutan yang telah berkembang di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, para delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik mempelajari pengembangan padi beras merah organik yang dikelola Kelompok Tani Somya Pertiwi Organik di Desa Mengesta, Penebel. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses budidaya padi organik dengan penerapan Teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4), mulai dari persiapan pupuk organik, pengolahan lahan, pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan pascapanen.

Ketua Kelompok Tani Somya Pertiwi Organik, I Nengah Suarsana, menjelaskan bahwa kelompok tani yang berdiri sejak 2004 tersebut terus berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap beras organik. Luas lahan yang semula hanya 15 hektare kini telah berkembang menjadi 66 hektare dengan produktivitas mencapai 6–7 ton gabah kering panen per hektare.

“Tren pasar terhadap produk pertanian organik sampai saat ini terus meningkat. Hal ini menjadi motivasi bagi petani untuk tetap konsisten mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan,” ujar Suarsana.

Ia menambahkan, penggunaan EM4 sebagai biostarter mampu mempercepat proses pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi sekaligus membantu meningkatkan kualitas tanaman. Menurutnya, tanaman menjadi lebih kuat, lebih tahan terhadap perubahan cuaca, dan menghasilkan padi dengan kualitas yang lebih baik.

Selain berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, pertanian organik juga dinilai mampu menjaga keseimbangan lingkungan. Filosofi tersebut tercermin dalam nama Somya Pertiwi yang berarti keseimbangan bumi, sebagai komitmen petani untuk menjaga kelestarian alam melalui sistem pertanian berkelanjutan.

Melalui kunjungan ini, delegasi APNAN 2026 memperoleh gambaran nyata tentang keberhasilan pengembangan padi merah organik berbasis teknologi EM4 di kawasan Warisan Budaya Dunia Jatiluwih. Model pertanian ini dinilai mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian lingkungan.

Suarsana berharap generasi muda Bali semakin tertarik menekuni sektor pertanian organik dan mengintegrasikannya dengan sektor pariwisata sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pedesaan.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini