Tentang Api Kehidupan dan Api Kesehatan

0
51
Direktur utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr dalam webinar Ayurveda bertajuk Fire of Life & Health.

Oleh: Dr. Wididana

Menurut Ayurveda—ilmu tentang kesehatan dan umur panjang—di dalam tubuh manusia terdapat api yang disebut agni. Api ini bersifat hidup: dapat menyala kuat, meredup, bahkan padam.

Ketika seseorang sakit, api dalam tubuh melemah atau menjadi tidak seimbang. Suhu tubuh bisa menurun atau meningkat secara tidak normal. Karena itu, pengobatan dalam Ayurveda berfokus pada upaya menyeimbangkan kembali api tersebut agar berfungsi optimal. Hal ini dapat dilakukan melalui pernapasan, olahraga, yoga, pijat, konsumsi makanan sehat, minuman hangat, obat herbal atau jamu, hingga proses detoksifikasi alami seperti muntah, buang air, atau pengeluaran zat-zat sisa dari tubuh.

Seiring bertambahnya usia, api dalam tubuh cenderung meredup. Tubuh menjadi lebih dingin, mudah lelah, dan rentan terhadap penyakit karena daya tahan tubuh ikut menurun. Pada akhirnya, ketika api tersebut padam, kehidupan pun berakhir—ibarat lampu yang kehabisan minyak dan sumbunya terbakar habis.

Api dalam tubuh berperan di balik seluruh proses metabolisme: mengatur pencernaan, jaringan, hingga aktivitas sel. Api yang seimbang menghasilkan pencernaan yang baik, daya tahan tubuh yang kuat, serta energi dan semangat hidup yang tinggi. Sebaliknya, api yang tidak seimbang akan menghasilkan ama (racun), yang menumpuk dan menyebabkan berbagai penyakit.

Terus Hidupkan Api dengan Usaha dan Niat

Dalam konsep energi tubuh, api kehidupan bertumpu pada tujuh titik utama di sepanjang tulang belakang, dari tulang ekor hingga ubun-ubun. Titik-titik ini bersifat imajiner—tidak terlihat secara fisik maupun radiografi—dan dikenal sebagai cakra.

Cakra berputar dan bergetar dengan frekuensinya masing-masing. Selain tujuh cakra utama, terdapat ribuan cakra minor yang tersebar di seluruh tubuh: pada persendian, organ, sistem pencernaan, indera, tulang, otot, saraf, hingga sel. Semua bekerja secara otonom untuk menjaga kehidupan dan kesehatan tubuh.

Tujuh cakra utama tersebut meliputi:

Cakra akar (perineum)

Cakra kemaluan

Cakra perut

Cakra jantung

Cakra tenggorokan

Cakra mata ketiga (tengah dahi)

Cakra ubun-ubun

Anda tidak perlu menghafal nama-nama dalam bahasa Sanskerta. Yang terpenting adalah mengenali letaknya, merasakannya, dan menjaga getarannya tetap hidup melalui niat dan pernapasan.

Gerakan yoga (asana) dan teknik pernapasan (pranayama) bertujuan untuk mengaktifkan cakra-cakra tersebut. Salah satu rangkaian yang dikenal luas adalah Surya Namaskara—dua belas gerakan yang mengalir, menyerap energi matahari, dan menghidupkan api dalam diri.

Melakukan Surya Namaskara secara rutin, beberapa kali pengulangan setiap pagi dan sore, sudah cukup untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Dengan niat yang kuat untuk menghidupkan api dalam diri, cakra akan aktif, dan seluruh sistem metabolisme tubuh dapat bekerja secara optimal..linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini