Murid PAUD Mutiara Jimbaran, Badung, Bali dibagikan Minyak Oles Bokashi dalam kegiatan Outing Class di Pak Oles Green School.

Mengenalkan obat herbal dan tanaman obat keluarga (TOGA) kepada anak usia dini dinilai penting untuk menanamkan gaya hidup sehat alami, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengedukasi mereka tentang kekayaan alam Indonesia sejak dini. Selain berdampak positif bagi kesehatan, kegiatan ini juga mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan motorik, serta rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan sekitar.

Aktivitas menanam, merawat, hingga mengolah tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan kencur menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak diajarkan bahwa kesehatan dapat dijaga melalui cara alami, misalnya memanfaatkan kencur untuk membantu meredakan batuk ringan. Edukasi ini sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia untuk keluhan ringan.

Pengenalan obat herbal secara rutin dilakukan oleh Pak Oles Green School (POGS) yang berlokasi di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur. Kebun edukasi seluas sekitar 4.000 meter persegi (40 are) tersebut menjadi sarana outing class bagi anak-anak usia dini untuk belajar langsung di alam terbuka.

Belum lama ini, puluhan murid PAUD Mutiara Jimbaran, Badung, Bali mengikuti kegiatan Outing Class bertajuk “Malila Cita Anak Alit Ring Kebon Sane Ajaib” di POGS. Rombongan siswa TK B yang berangkat menggunakan tiga unit bus pariwisata itu disambut hangat oleh Manajer POGS, Ir. Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Yoyok.

Dalam pembelajaran luar kelas tersebut, Yoyok memperkenalkan berbagai jenis tanaman herbal berkhasiat obat yang ditanam dan tertata rapi di kebun edukasi. Anak-anak juga dikenalkan dengan morfologi tumbuhan, mulai dari akar, batang, daun, bunga, buah hingga biji. Kegiatan berkebun ini melatih motorik halus dan kasar anak, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan kemandirian dalam menjaga kesehatan.

“Penting mengenalkan produk kesehatan berbahan herbal kepada anak-anak sejak usia dini agar mereka mengetahui bahwa berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh subur di sekitar memiliki manfaat sebagai bahan obat alami,” ujar Yoyok.

Pada kesempatan tersebut, seluruh siswa juga dibagikan produk herbal Minyak Oles Bokashi, minyak multiguna produksi PT Karya Pak Oles Tokcer yang dirintis sejak 1997. Produk tersebut dikenal sebagai “obat keluarga” karena memiliki beragam manfaat, seperti membantu meringankan pegal linu, meredakan gatal akibat gigitan serangga, bisul, luka gores ringan, hingga bengkak.

Pembagian produk herbal sebagai cinderamata, lanjut Yoyok, merupakan bagian dari budaya perusahaan dalam program berbagi bertajuk “Bokashi Berbagi” yang rutin dilakukan di berbagai lokasi kegiatan edukasi maupun sosial.

Menariknya, para siswa tampak antusias saat langsung mencoba minyak herbal tersebut untuk mengatasi gatal akibat gigitan serangga atau luka ringan saat berkeliling kebun. Pengalaman langsung ini menjadi pembelajaran sederhana tentang pertolongan pertama berbasis bahan alami.

Minyak Bokashi sendiri berakar dari ramuan tradisional Lengis Arak Nyuh yang dikembangkan oleh Dadong Bandung di Desa Bengkel pada era 1900–1980. Melalui sentuhan teknologi Effective Microorganisms (EM), ramuan tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk herbal modern yang kini dikenal luas di pasar lokal Bali, nasional, hingga mancanegara.

Melalui edukasi TOGA sejak usia dini, POGS tidak hanya menanamkan pola hidup sehat alami, tetapi juga menjaga kelestarian kearifan lokal seperti jamu dan tanaman obat tradisional agar tidak punah di tengah arus modernisasi.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini