
Asep Syarifudin dari Kampung Mekar Indah Jaya, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung telah 10 tahun membudidayakan tanaman karet. Penggunaan produk Effective Microorganisms (EM4) diakui Asep telah memberikan banyak manfaat.
“Saya sangat percaya dengan EM4 karena banyak manfaatnya,” kata Asep saat ditemui oleh tim YouTube EM Indonesia Official beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan, areal yang ditanami tanaman karet seluas 1 hektare dan panen dilakukan setiap empat hari sekali untuk menjaga kualitas karet yang dihasilkan.
“Setelah menggunakan EM4, getah karet menjadi lebih banyak dan pemulihan luka kulit kayu setelah penyadapan juga lebih cepat. Selain itu, tanah menjadi lebih subur yang ditandai dengan banyaknya cacing tanah,” ujar Asep.
Oleh karena itu, Asep mengajak para petani karet lainnya agar tidak ragu menggunakan produk EM4 yang diproduksi oleh PT Songgolangit Persada (SLP). “EM4 ini bukan produk baru dan sudah teruji, ayo kita sama-sama menggunakan EM4 supaya hasil dari getah karet lebih banyak dan luka hasil penyadapan pulih lebih cepat,” ucapnya.
Seperti yang diketahui, teknologi EM4 adalah teknologi budidaya pertanian untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah dan tanaman, dengan menggunakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Teknologi EM4 ditemukan pertama kali oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Okinawa, Jepang, dan telah diterapkan secara luas di berbagai negara di dunia.
EM4 merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan yang berasal dari alam Indonesia, bermanfaat bagi kesuburan tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman serta ramah lingkungan.
EM4 mengandung mikroorganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri dari bakteri Asam Laktat (Lactobacillus Sp), Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas Sp), Actinomycetes Sp, Streptomyces SP dan Yeast (ragi) dan Jamur pengurai selulose, untuk memfermentasi bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap oleh akar tanaman.https://linktr.ee/em4
