
Persoalan sampah, khususnya di Bali, hingga kini masih menjadi isu hangat dan bahkan disebut berada dalam kondisi “darurat sampah”. Situasi ini kian mengemuka seiring rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita atau TPA Suwung.
Melihat kondisi tersebut, DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bali tergerak untuk ikut berkontribusi membantu mengatasi persoalan sampah dengan menggelar sosialisasi pengolahan sampah dapur menjadi pupuk organik yang bermanfaat.
Ketua DPD IWAPI Provinsi Bali, Komang Dyah Setuti, S.Sn., M.I.Kom mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja Wakil Ketua Umum (WKU) VII Bidang Pertanian dan Perikanan, yang dilaksanakan serangkaian peringatan HUT IWAPI ke-51. Kegiatan ini mengusung tema pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik.
“Ini sangat penting bagi kita, karena saat ini permasalahan sampah menjadi masalah besar, baik di Bali maupun secara nasional. Kegiatan ini mendapat respons yang sangat serius dan antusias dari anggota karena manfaatnya nyata dan bisa langsung diaplikasikan oleh ibu-ibu IWAPI,” ujarnya.
Ia menegaskan, IWAPI tidak hanya fokus pada bidang ekonomi dan kewirausahaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah terkait pengolahan sampah berbasis sumber.
“Kami juga membagikan edukasi ini melalui media sosial seperti YouTube agar masyarakat luas mengetahui bahwa IWAPI turut berkontribusi positif bagi lingkungan,” tambahnya.
Komang Dyah Setuti berharap kegiatan sosialisasi ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, memahami pentingnya pengelolaan sampah dan mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna, salah satunya pupuk organik.
Sementara itu, Humas DPD IWAPI Provinsi Bali, Nyoman Hartini, menilai kegiatan ini sangat positif karena memberikan pemahaman yang benar terkait pengolahan sampah organik. Ia mengungkapkan, selama ini masih banyak masyarakat yang gagal membuat pupuk organik karena pengetahuan yang belum utuh.
“Kurangnya pemahaman membuat banyak orang takut memilah sampah dan mengolahnya di rumah karena khawatir menimbulkan bau tidak sedap. Dengan adanya tutorial yang benar, ilmu ini akan kami sosialisasikan ke masyarakat, dimulai dari rumah tangga sendiri,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, DPD IWAPI Provinsi Bali bekerja sama dengan PT Songgolangit Persada, produsen Pupuk Hayati Effective Microorganisms 4 (EM4). Kegiatan berlangsung di Bokashi Farm, Pak Oles Green School, Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Jumat (23/1/2026).
Materi disampaikan oleh Manajer Pak Oles Green School, Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Yoyok. Ia memaparkan pengolahan sampah organik menggunakan EM4 sebagai metode yang sederhana, efektif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Proses ini mampu mengubah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain berdampak positif bagi lingkungan, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan dan kemandirian perempuan,” ungkap Yoyok.
Ia menambahkan, pupuk organik hasil pengolahan sampah memiliki potensi nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk kebun rumah tangga sebagai upaya mendukung ketahanan pangan serta lingkungan berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat.https://linktr.ee/em4
