Direktur Utama Perusahaan, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal di Bokashi Farm.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menegaskan, pupuk hayati Effective Microorganisms 4 (EM4), Minyak Oles Bokshi dan produk turunannya mampu ditransformasikan untuk menjadi produk kekinian sehingga dapat diterima generasi milenial.

“Saya sering turun ke banjar-banjar di delapan kabupaten/kota di Bali, masyarakat menyampaikan terima kasih pak saya sudah memakai Minyak Oles Bokshi selama 18 tahun, umur anak saya, sekarang udah tamat SMA,” kata Dr. Wididana pada acara Halal Bihalal jajaran Direksi, manajemen dan seluruh karyawan di Warung Sunda Kang Zanger Bokashi Farm di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Selasa (23/4).

Ia mengatakan, masyarakat umumnya mengungkapkan demikian, sekarang kakeknya yang memakai Minyak Bokashi untuk mengatasi keluhan kesehatan yang dialaminya.

Minyak Bokashi yang terinspirasi dari Lengis Arak Nyuh karya Dadong Bandung (nenek Pak Oles) yang berteranformasi menjadi Minyak Bokashi telah dikenal dan dimanfaat secara meluas di pasaran lokal Bali, seluruh daerah di Indonesia bahkan mendunia di berbagai negara di belahan dunia dimanfaatkan oleh empat generasi secara turun temurun sejak tahun 1997.

Minyak Bokashi diproses dengan sentuhan teknologi Effective Microorganisms (EM) dari Jepang peluncuran perdana dilakukan di Desa Bengkel, 75 km barat daya Denpasar tahun 1997 sedang digunakan oleh empat generasi dari kumpinya umur (0-5 tahun), cucunya (25-35 tahun), anaknya (umur 50-60 tahun), dan kakek kumpinya (umur 80-90 tahun).

Mereka membeli Minyak Bokashi maupun Produk Ramuan Pak Oles lainnya untuk kesehatan keluarga, oleh-oleh kepada anggota keluarga, komunitas maupun untuk dijual kembali.

Pak Oles memimpin belasan perusahaan yang bernaung di bawah bendera PT Karya Pak Oles Grup selalu menekankan, jangan sampai kalau produk kita itu menua, yang memakai orang tua dan generasi milenial tidak mau menggunakan.

Oleh sebab itu, melalui transformasi pengembangan minyak Bokashi terus dilakukan oleh sumber daya manusia (SDM) muda berkualitas, dengan keberaniannya mencoba, berkreasi, berinvestasi untuk hal-hal yang baru, yang tetap fokus dalam satu tujuan, menembus pasar milenial dan global.

Demikian pula produk EM4 yang terdiri atas EM4 pertanian, EM4 perikanan, EM4 peternakan, EM4 limbah serta Minyak Rajas minyak herbal untuk hewan peliaraan serta semua jenis produk turunannya selalu dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

“Hal itu berkat keberhasilannya bertransformasi dari segi produksi, pemasaran, pelayanan dan informasi,” kata Dr. Wididana, alumnus Program Pasca Sarjana (S-2) Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang (1987-1990).

Oleh sebab itu brending produk sangat penting yang menyangkut berbagai hal yakni aromanya harus diperbaiki, ramuannya diperbaharui, brendnya diperbaiki termasuk cara marketing.

Dengan berbagai upaya dan terobosan itu mudah-mudahan kita bisa memelihara produk beserta turunannya dengan baik sehingga seterusnya dipercaya oleh pasar dan konsumen dengan baik.

“Produk yang tidak terpelihara dengan baik akan ditinggalkan oleh konsumen dan pasar, itu sudah banyak yang terjadi jangakan produk, kerajaan yang besar dan kokoh maupun negara yang tidak dirawat dengan baik bisa bubar,” ujar Dr. Wididana.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini