SMK Bina Nusa Slawi Tegal Kunjungi Perusahaan Pak Oles

0
144
Rombongan SMK Bina Nusa Slawi Tegal, Jawa Tengah saat melakukan kunjungan industri ke Pak Oles.

Sebanyak 90 siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Nusa Slawi Tegal, Jawa Tengah melakukan kunjungan Industri/Praktek Kerja Lapangan (PKL) ke Pak Oles Green School (POGS)-Bokashi Farm, salah satu unit usaha Pak Oles di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Jumat (26/4).

Rombongan siswa kelas XI Jurusan Farmasi itu diantar dan didampingi delapan guru pembimbing yang dipimpin Ibu Riswanti, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan. Rombongan yang hadir menggunakan dua buah bus,diterima oleh Manajer POGS,  Ir, Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Yoyok.

Ibu Riswanti mengatakan, tujuan mengajak anak didiknya ke Pak Oles untuk mengetahui terkait sejarah danproses pembuatan produk di Industri Obat Tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer. Ia sangat senang, karena Pak Yoyok secara terperinci menjelaskan terkait sejarah perusahaan dan perjalanan produk hingga sampai ke konsumen.

Riswanti menambahkan, untuk saat ini anak didiknya di sekolah sudah belajar dalam membuat jamu tradisional, membuat minyak penghangat badan dan hasil produk tersebut selain digunakan sendiri juga telah dipajang dalam sejumlah acara pameran.

Ibu Riswanti juga mengatakan kalau penggunakan produk herbal di Slawi Tegal, Jawa Tengah cukup tinggi, karena masyarakat telah mengetahui akan khasiat produk herbal yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan bebas efek samping.

Sementara itu, Ibu Ela Nandayani salah satu perwakilan Kaprodi SMK Bina Nusa Slawi menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kesempatan kunjungan industri para siswanya ke POGS, salah satu unit usaha yang bernaung di bawah PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT), sebuah perusahaan swasta Nasional yang berbasis obat-obatan tradisional dan merupakan terbesar di Bali.

Kunjungan industri para siswanya ke Bali diharapkan mampu meningkatkan wawasan untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi ke perguruan tinggi sambil bekerja, sehingga kunjungan industri ini sangat penting dalam menambah wawasan dan keterampilan menyangkut bidang industri.

Pihaknya sengaja memilih kunjungan Pak Oles dengan harapan mampu meningkatkan wawasan dan keterampilan para siswa, sekaligus menserasikan agar mempunyai kesamaan antara teori yang telah diajarkan di sekolah dengan praktek yang telah diterapkan di perusahaan Pak Oles yang sudah “go internasional”.

Upaya yang dilakukan secara berkesinambungan itu, dengan harapan mampu menyiapkan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam menciptakan lapangan kerja dengan mengembangkan produk yang berbasis herbal dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat luas.

Sementara Manajer POGS, Koentjoro Adijanto pada kesempatan itu menjelaskan tentang teknologi Effective Microorganism (EM) dan produk-produk turunannya sehingga bisa belajar banyak tentang dunia industri di lapangan.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang akrab disapa Pak Oles, adalah sosok pria enerjik yang dikenal sebagai pelopor pertanian organik. Alumnus Program Pasca sarjana (S-2) Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang adalah satu-satunya mendapat rekomendasi dari Prof. Dr. Teruo Higa (Jepang) untuk membawa teknologi EM ke Indonesia tahun 1990 atau 34 tahun silam sekaligus memperkenalkan dan merintis usaha pertanian organik.

Teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan itu dapat mempercepat proses penyediaan unsur hara dari bahan organik menjadi unsur yang siap diserap tanaman, sehingga tanaman cepat subur.

Dalam perkembangannya  Pak Oles membangun  pertanian perkotaan (urban farming) di kota Denpasar (POGS) dengan konsep pengembangan tanaman herbal berkhasiat obat-obatan.Tanah seluas 40 are (4.000 meter persegi) adalah milik seorang petani setempat yang dikerjasamakan untuk mengembangkan ratusan jenis tanaman herbal.

Di pusat pengembangan pertanian organik berbasis tanaman herbal masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa dari  elemen lainnya dari berbagai daerah di Indonesia bisa belajar satu hari atau lebih tentang pertanian organik menggunakan teknologi Effective Microorganisms (EM4).

Ir. Koentjoro Adijanto kepada tamunya menjelaskan, manfaat tanaman herbal sebagai bahan baku memproduksi Minyak Oles Bokashi, Minyak Tetes Bokashi, Bokashi Care dan berbagai produk obat herbal lainnya untuk kesehatan.

Membuat pupuk organik padat dengan sentuhan Effective Microorganisme 4 (EM4), maupun membuat pestisida organik dari bahan berbagai jenis tanaman yang difermentasi dengan EM4.

Pak Oles Green School merupakan sebuah tempat yang mengoleksi lebih dari 100 jenis tanaman herbal yang berkhasiat obat, sekaligus tempat edukasi tentang pertanian organik.

Kebun itulah menjadi contoh pertanian organik perkotaan yang disebut Bokashi Farm atau pertanian organik dengan menggunakan pupuk bokashi sentuhan teknologi EM dari Jepang.

Dalam kawasan kebun pertanian organik tersebut dikembangkan pelayanan restoran dan tempat pelatihan. Pelatihan berlangsung sehari atau lebih untuk belajar melihat langsung pertanian organik menggunakan teknologi EM. Sedangkan pelatihan pertanian organik yang lebih lengkap ada di Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali di Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng dengan kebun tanaman herbal seluas tujuh hektar.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini