Limbah Batang Padi Jadi Pakan Sapi Bergizi

0
89

Mahasiswa Universitas Diponegoro berhasil memanfaatkan limbah batang padi (jerami) menjadi pakan sapi yang bergizi. Jerami adalah limbah dari pohon padi yang sudah selesai dipanen.

Dengan kondisi geografis Desa Karangmulyo yang sebagian besar tanahnya difungsikan sebagai lahan pertanian, sehingga pada saat musim panen tiba produksi jerami sangat melimpah.

Desa Karangmulyo pada musim panen padi terjadi dua kali dalam setahun. Air untuk pertanian hanya mengandalkan musim hujan karena tidak adanya bendungan atau waduk di Desa Tersebut.

Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak, sehingga limbah jerami sering dimanfaatkan secara langsung untuk pakan ternak.

Sebagian jerami dijemur agar menjadi kering dan tidak berjamur untuk pakan ternak dikemudian hari. Jerami kering tidak memiliki gizi yang baik sebagai pakan ternak, sehingga kebutuhan gizi ternak seperti sapi tidak tercukupi dan akan mengganggu proses pertumbuhan.
Untuk menjadikan jerami kering menjadi makanan sapi yang bergizi perlu dilakukan fermentasi dengan sentuhan Effective Microorganisms 4 (EM4) peternakan.

Fermentasi jerami merupakan salah satu cara untuk mengolah jerami kering menjadi pakan sapi yang bergizi. Bahan yang dibutuhkan untuk fermentasi adalah Jerami, EM4 (probiotik), Tetes tebu, Bekatul (dedak), air, semua bahan dapat ditemukan dengan mudah di toko pertanian.

Setelah bahan lengkap fermentasi dapat dimulai. Caranya adalah dengan menyebar jerami menjadi satu layer. Kemudian setelah itu larutkan campuran air, EM4, dan Tetes Tebu.

Setelah tercampur menjadi satu kemudian disemprotkan cairan tersebut ke layer jerami. Kemudian diberi bekatul secara merata. Setelah itu ulangi hingga beberapa layer. Langkah selanjutkan melakukan penutupan dengan rapat layer jerami tersebut jangan sampai ada oksigen yang masuk.

Agar proses fermentasi berjalan dengan baik tunggu sampai dengan 14 hari. Apabila fermentasi jerami berhasil, akan tercium bau wangi khas. Sebaliknya apabila fermentasi gagal akan tercium bau busuk. Seperti yang diulas web kkn.undip.ac.id.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini