Karyawan Bank Sulut-Gorontalo Kunjungi Bokashi Farm

0
130
Rombongan Karyawan/ti Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo saat berkunjung ke POGS di Bokashi Farm-Kang Zanger, Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur.

Sebanyak 16 orang karyawan/ti Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo menjelang purna karya (pensiun) melakukan studi banding ke Pak Oles Green School (POGS), Bokashi Farm-Kang Zangger di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Kamis (7/12).

Eka Mayesti Daeli dari PT Bank Sulut Go Sulawesi Utara dan Gorontalo Manado yang memimpin rombongan tersebut diterima oleh Manajer Pak Oles Green School, Ir. Koentjoro Adijanto, serangkaian kunjungannya ke sejumlah lokasi di Bali.

Kunjungan karyawan bank menjelang masa pensiun yang rata-rata berumur 57 tahun untuk studi banding, belajar dan menimba ilmu, khususnya terkait tanaman herbal yang berkhasiat obat untuk menjaga dan memelihara kesehatan sehingga tidak lagi tergantung pada obat-obatan produksi pabrik.

“Kami bisa melihat tanaman herbal yang berkhasiat obat, yang di daerah kami Sulawesi Utara tanaman sejenis itu tumbuh subur di berbagai tempat, namun kami tidak tahu menfaatkan, dengan belajar ke Bali di Bokashi Farm baru tahu, dan akan memanfaatkan tanaman tersebut dengan baik untuk memelihara kesehatan,” ujar Eka Mayesti Daeli dengan penuh rasa syukur.

Ia mengaku dalam kesempatan lain akan datang lagi ke Bali untuk belajar lebih banyak tentang obat-obatan herbal untuk menjaga dan memelihara kesehatan dengan baik.

Potensi tanaman herbal yang tumbuh subur di Sulawesi Utara, setelah kami pensiun selain dimanfaatkan untuk pengobatan untuk diri sendiri juga dapat dikembangkan sebagai aspek bisnis, sehingga kunjungan ke Bali kali ini sangat menguntungkan dan memberikan manfaat.

Ir. Koentjoro Adijanto kepada tamunya menjelaskan, selain manfaat tanaman herbal untuk kesehatan, juga membuat pupuk organik Bokashi dengan sentuhan Effective Microorganisme 4 (EM4), membuat pestisida organik dari bahan berbagai jenis tanaman yang difermentasi dengan EM4.

Eka Mayesti Daeli mengaku, pihaknya selama ini tidak mengetahui khasiat dan manfaat tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat untuk kesehatan manusia maupun sebagai bahan membuat pestisida organik untuk mengusir hama tanaman.

Pak Oles Green School merupakan sebuah tempat yang mengoleksi lebih dari 100 jenis tanaman herbal yang berkhasiat obat, sekaligus tempat edukasi tentang pertanian organik yang dibangun di atas lahan seluas 40 are (4.000 meter persegi.

Konsep pertanian perkotaan yang dirancang oleh Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, sebuah perusahaan swasta nasional berbasis obat-obatan tradisional yang merupakan terbesar di Bali untuk melakukan pembelajaran mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), pweguruan tinggi dan masyarakat umum.

Pelajar dan mahasiswa yang datang berkunjung dari berbagai jenjang pendidikan dari seluruh daerah di Indonesia melihat dari dekat pertanian organik yang diajarkan, diterapkan dan hasilnya bagaimana.

Pertanian organik dengan sentuhan teknologi Effective Microorganisms (EM4) telah diterapkan di Pak Oles Green School selama puluhan tahun yang silam.

Kebun itulah menjadi contoh pertanian organik perkotaan yang disebut Bokashi Farm atau pertanian organik dengan menggunakan pupuk bokashi sentuhan teknologi EM dari Jepang.

Dalam kawasan kebun pertanian organik tersebut dikembangkan pelayanan restoran dan tempat pelatihan. Pelatihan berlangsung sehari untuk belajar melihat langsung pertanian organik menggunakan teknologi EM.

Sedangkan pelatihan pertanian organik yang lebih lengkap ada di Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali di Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng dengan kebun tanaman herbal seluas tujuh hektar.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini