Probiotik EM4 Tekan Kadar Amonia Usaha Peternakan

0
204
Seorang pekerja sedang memberi minum yang telah dicampur EM4 pada ternak kambing di kawasan Tabanan-Bali.

Salah satu masalah yang dihadapi usaha ternak kambing, sapi, kerbau, unggas dan usaha ternak lainnya adalah bau amonia yang mencemari lingkungan sekitar kandang ternak peliharaan tersebut.

“Amonia merupakan gas hasil dekomposisi sisa bahan limbah nitrogen seperti uric acid, protein yang tidak diserap dapat mencemari lingkungan, gas NH3 dapat menurunkan penampilan ternak, meningkatkan kepekaan ternak terhadap penyakit serta menurunkan efisiensi kerja dari pekerja kandang,” kata Manajer Pak Oles Green School, Ir. Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Pak Yoyok.

Ia menjelaskan, salah satu cara untuk mengurangi pencemaran amonia yang berasal dari fases hewan adalah memanfaatkan berbagai spesies mikroba seperti probiotik Effective Microorganisms 4 (EM4).

EM adalah teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan menurunnya kadar amonia pada usaha peternakan akan mampu menghasilkan ternak yang ramah lingkungan.

EM4 memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan hewan ternak, sehingga dapat menjaga kesehatan ternak dan meningkatkan efisiensi penyerapan zat makanan yang pada akhirnya dapat mengurangi produksi amonia yang berasal dari dekomposisi limbah nitrogen.

Peranan probiotik EM4 juga dapat menahan aktivitas mikroba pengurai protein pada fases dan liter sehingga menyebabkan kadar amonia menurun.

EM4 peternakan salah satu dari empat jenis EM produksi PT Songgolangit Persada, satu-satunya agen tunggal yang memproduksi dan menjual keempat jenis produk tersebut ke seluruh daerah di Indonesia mendapat lisensi dari EMRO Jepang. Tiga jenis produk lainnya adalah EM4 pertanian, EM4 perikanan dan EM4 limbah. Yang harganya sangat terjangkau dan tersedia di seluruh daerah di Indonesia.

EM4 peternakan mempunyai manfaat mencegah bau tidak sedap pada kandang dan tempat pembuangan kotoran ternak, memperbaiki kesehatan ternak, mengurangi ketegangan (stres) ternak, memperbiki mutu daging ternak, kesuburan ternak, memperbaiki mutu kotoran ternak dan mengurangi jumlah kematian ternak. EM pelopor pertanian organik di Indonesia, ujar Yoyok.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini