Seni Bahagia: Bahagialah Sekarang

0
14
Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group

Oleh: Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr *)

Sebuah buku berjudul Ichigo Ichie, seni menghargai setiap momen, kunci kebahagiaan ala Jepang, karya Hector Garcia dan Francesc Miralles, menggugah minat saya untuk melahapnya, langsung saya baca sambil memberi garis bawah pada setiap kalimat kunci. Intinya adalah, bahwa setiap orang harus bisa menikmati waktu di setiap momen, walau sendiri, bersama keluarga, kekasih, suami, istri, anak, bapak, ibu, teman, rekan kerja, dll, agar bahagia, seolah-olah itulah pertemuan terakhir yang sangat berharga, bahkan lebih ekstrim lagi, itulah pertemuan untuk berpisah selamanya.

Sering kali kita bertemu tapi menggampangkan pertemuan itu, dekat di mata, jauh di hati. Kita mengobrol atau makan, atau berkunjung sambil berbalas pesan melalui media sosial, sehingga pertemuan itu hilang rasa kedekatannya. Sering juga kita merasakan, bahwa masih banyak ada hari esok untuk bisa bertemu lagi, seolah umur hidup kita tak terbatas.

Ilmu tentang menikmati hidup setiap momen dijelaskan oleh Budha 2500 tahun yang lalu, bahwa hidup adalah perubahan, kita tidak bisa bertemu atau mengali hal yang sama dua kali, hanya sekali saja, karena perubahan terjadi setiap detik. Kita bisa bertemu di tempat yang sama tahun depan, atau sepuluh tahun lagi, tapi lingkungan, suasana dan umur kita sangat berbeda, sehingga, rasa dan maknanya berbeda.

Perubahan dalam bahasa Pali disebut Anica, tidak kekal, tidak pasti, berubah. Perubahan sangat jelas dirasakan dalam dunia bisnis, politik, sosial dan budaya. Perubahan itulah yang membuat manusia terus berpikir agar dapat menyesuaikan dirinya, agar bisa hidup. Kita juga melihat sangat banyak berubah pada diri orang lain, atau anak kecil, yang dulunya bayi atau balita, ternyata sekarang mereka sudah mahasiswa, bahkan sudah berkeluarga, atau sudah meninggal. Kita sedikit merasa atau tidak merasa tua, bahkan selalu merasa awet muda atau awet tua. Perubahan itulah yang ditekankan bukan untuk dimengerti atau dihafal, tapi dihayati, dimaknai, dalam satu bahasa Jepang: Ichigo Ichie, menikmati setiap momen hidup, agar bijaksana.

Budha lebih tegas lagi menekankan teknik Ichigo Ichie itu dengan merasakan setiap tarikan dan hembusan nafas, saat nafas masuk, saat nafas keluar. Untuk apa? Untuk menghayati perubahan, ketidak kekalan (anica), agar selalu waspada, bebas dari kesedihan akibat dari perubahan, selalu awas dan bisa mengantisipasi, mempersiapkan, menjalani dan melewati perubahan, dengan tetap bijaksana, bahagia, tidak sedih, marah, atau bingung.

Praktikkanlah seni menikmati momen dalam setiap pertemuan atau kesendirian, bahwa pertemuan atau pengalaman saat ini, hari ini, sangatlah langka, hanya sekali, nikmati, tersenyum, berbahagialah, karena, siapa tahu anda, atau orang yang anda temui hari ini, besok sudah tidak ada. Nikmatilah hidup anda, ambillah hikmah dan manfaatnya, berbahagialah saat ini, bukan nanti.

*) Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup, alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang dan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. linktr.ee/pakolescom #pakoles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini