Waspadai Toksin Dalam Makanan, Pak Oles: “Tubuh Harus Rutin Didetoks”

0
197

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, atau yang akrab disapa Pak Oles, mengingatkan pentingnya mewaspadai toksin atau racun dalam makanan yang setiap hari dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, tanpa disadari berbagai bahan kimia dan zat tambahan dalam makanan bisa menjadi sumber penyakit kronis jika tidak dikeluarkan dari tubuh melalui proses detoksifikasi alami.

“Toksin itu ada dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari. Tubuh perlu melakukan detoks, atau pencucian dari dalam. Jika tidak dikeluarkan, toksin akan menumpuk dan menjadi sumber berbagai penyakit,” ujar Pak Oles saat menjadi narasumber dalam Webinar “Peluang Bisnis dan Informasi: Hidup Sehat dengan Herbal” bertema Ayurveda dengan Tanaman Herbal yang diselenggarakan Bokashi Naturopati, diikuti sekitar 60 peserta secara daring.

Makanan Modern Sarat Zat Kimia dan Hormon

Pak Oles menjelaskan, berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, stroke, dan gangguan jantung sering kali berawal dari malnutrisi dan toksin makanan.

Bahan penyebabnya antara lain pestisida kimia, hormon pertumbuhan pada daging, susu, dan telur, serta pewarna, pengawet, dan pemanis buatan.

“Banyak orang kini mengalami over nutrisi, ketagihan makan, hingga gangguan emosi. Sementara di sisi lain ada pula yang kekurangan gizi karena makanan yang dikonsumsi sudah terkontaminasi zat kimia,” jelasnya.

Cara Ayurveda Siapkan Ramuan Herbal

Dalam ajaran Ayurveda, pengobatan dilakukan dengan tanaman herbal melalui berbagai metode, seperti direbus, diperas menjadi jus, dibuat pasta, atau diseduh seperti teh.

Berikut beberapa metode tradisional yang disebut Pak Oles:

1. Direbus: 1 bagian herbal dengan 16 bagian air, direbus hingga tersisa ¼-nya, lalu diminum.

2. Diblender: Herbal diperas menjadi jus dan disaring sebelum diminum.

3. Pasta: Herbal dihancurkan hingga halus dan langsung dikonsumsi.

4. Direndam air panas: 1 bagian herbal dengan 10 bagian air panas, dibiarkan 1 jam lalu diminum.

5. Direndam air biasa: Dibiarkan selama 12 jam sebelum diminum.

6. Cara modern: Simplisia kering diseduh air panas, seperti teh herbal.

“Herbal dapat dicampur dengan madu, gula merah, asam, atau telur ayam kampung untuk menambah energi. Khasiatnya didasarkan pada pengalaman empiris dan kombinasi tanaman seperti jahe, sambirito, atau daun kayu manis,” tambahnya.

Superfood dan Superdrink, Solusi Nutrisi Modern

Alumnus University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang itu juga menjelaskan konsep superfood dan superdrink, makanan dan minuman yang mengandung kombinasi herbal, sayur, buah, biji, dan umbi-umbian yang dikeringkan menjadi granula atau serbuk. Produk ini, kata dia, kini berkembang pesat dalam industri kesehatan alami.

Puasa dan Olahraga sebagai Terapi Penyembuhan

Selain herbal, puasa juga menjadi bagian penting dalam detoksifikasi tubuh. Dalam Ayurveda dikenal therapeutic fasting atau puasa penyembuhan untuk mengatasi penyakit seperti tekanan darah tinggi, kegemukan, maag, hingga depresi.

“Puasa memberi kesempatan tubuh beristirahat, terutama sistem pencernaan, sehingga usus bisa rileks dan tubuh lebih peka terhadap makanan,” jelasnya.

Ia mencontohkan intermittent fasting 14/10 atau 16/8, di mana waktu makan dibatasi untuk memberi ruang bagi tubuh melakukan regenerasi alami.

Selain itu, olah napas, yoga, meditasi, qigong, dan olahraga ringan membantu menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa. Sedangkan terapi modern seperti forest bathing, gardening, pilates, hot yoga, hingga sun therapy juga bisa menjadi alternatif gaya hidup sehat.

Kesehatan Dimulai dari Usus dan Pikiran

Menurut Pak Oles, prinsip Ayurveda menekankan bahwa “makanan adalah obat, dan obat adalah makanan.” Kesehatan sejati, kata dia, berawal dari usus yang bersih, pikiran yang damai, dan tubuh yang aktif bergerak.

“Menjaga kesehatan jauh lebih mudah daripada mengobati penyakit. Mari mulai dari pola makan sehat, herbal alami, dan keseimbangan hidup,” tutup Pak Oles.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini