Pak Oles saat menjadi instruktur yoga Sound Healing di hadapan puluhan penggiat yoga di ruang Yoga Pak Oles Studio, Jalan Pendidikan Sidakarya No.66 X, Denpasar.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Gede Ngurah Wididana, mengungkapkan bahwa getaran suara dan frekuensi tertentu dari alat musik seperti singing bowl, gong, maupun garpu tala mampu memberikan efek relaksasi bagi pikiran, tubuh, dan jiwa.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Pak Oles saat menjadi instruktur yoga Sound Healing di hadapan puluhan penggiat yoga di ruang Yoga Pak Oles Studio, Jalan Pendidikan Sidakarya No.66 X, Denpasar.

Menurutnya, metode sound healing bertujuan untuk menyeimbangkan energi tubuh, mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta memicu pemulihan emosional maupun fisik.

“Sound healing bertujuan menyeimbangkan energi, mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan memicu pemulihan emosional serta fisik,” ujarnya.

Pak Oles menjelaskan, terapi berbasis suara ini berkembang dari berbagai pendekatan. Jika berkaitan dengan teknik pernapasan, praktik tersebut mengarah pada pranayama atau breathwork (olah napas). Sementara jika berkaitan dengan suara, salah satu metode yang dikenal adalah penggunaan singing bowl atau mangkuk bernyanyi yang diperkenalkan dari Tibet, dikenal sebagai Tibetan singing bowl.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa sumber suara untuk terapi tidak terbatas pada singing bowl saja. Musik, suara manusia, nyanyian, hingga mantra doa yang memiliki irama juga termasuk bagian dari terapi suara.

“Jenis suara sebenarnya sangat banyak. Musik, suara kita sendiri, nyanyian, bahkan doa yang dilagukan juga termasuk getaran suara yang bisa memberi efek pada tubuh,” jelas alumnus Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, University of The Ryukyus Okinawa, Jepang (1987–1990) tersebut.

Ia menambahkan, berbagai penelitian saat ini juga mulai mengkaji potensi suara sebagai media penyembuhan. Dari penelitian tersebut bahkan berkembang industri yang memproduksi suara-suara alam yang menenangkan seperti suara angin, air, dan kicauan burung untuk terapi relaksasi.

Lebih lanjut dijelaskan, riset modern juga menemukan bahwa tanaman memiliki gelombang elektromagnetik yang dapat menghasilkan suara ultrasonik. Suara ini sebenarnya tidak dapat didengar langsung oleh telinga manusia, namun melalui teknologi tertentu dapat dikonversi menjadi bunyi yang terdengar seperti alunan musik.

Menurut Pak Oles, suara dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi kesehatan manusia. Suara yang kasar, bising, atau kata-kata yang penuh emosi dapat memicu stres. Sebaliknya, suara yang menenangkan, doa, maupun musik relaksasi dapat memberikan efek kebahagiaan dan ketenangan.

Dalam praktik sound healing, setiap singing bowl memiliki hubungan dengan sistem cakra dalam tubuh manusia. Getaran suara yang dihasilkan dapat mencapai sekitar 300 getaran per detik pada cakra bagian bawah hingga sekitar 900 hertz pada cakra bagian atas.

Getaran tersebut diyakini mampu merangsang dan mengaktifkan cakra yang selama ini tidak aktif. Ketika cakra tidak aktif atau tertutup, energi yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat tersimpan dengan baik sehingga tubuh menjadi mudah lelah.

“Jika cakra sudah aktif, energi dapat difokuskan untuk proses penyembuhan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa dalam tubuh manusia terdapat sejumlah pusat energi atau cakra. Tujuh cakra utama (major chakra) berada di sepanjang tubuh manusia, mulai dari cakra dasar di bagian anus, cakra kemaluan, cakra perut, cakra jantung, cakra tenggorokan, cakra mata ketiga, hingga cakra mahkota di bagian ubun-ubun.

Selain itu, terdapat pula cakra minor yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh sel tubuh manusia.

Menurut Pak Oles, ketidakseimbangan cakra sering terjadi akibat trauma masa lalu, stres, maupun tekanan emosional yang tersimpan lama dalam pikiran dan tubuh.

Ketika seseorang mengalami masalah seperti kerugian, kemarahan, pertengkaran, atau kegagalan, pikiran akan terus memikirkannya. Lama-kelamaan emosi tersebut tersimpan dalam tubuh dan memicu gangguan psikosomatik, yaitu kondisi ketika tekanan mental memengaruhi kesehatan fisik.

Karena itu, melalui praktik sound healing yang dipadukan dengan teknologi, alam, doa, relaksasi, dan meditasi, keseimbangan energi dalam tubuh diharapkan dapat kembali tercapai sehingga kesehatan fisik dan mental menjadi lebih harmonis.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini