Dirut PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, menegaskan bahwa tujuan utama hidup manusia sejatinya adalah mencapai kebahagiaan yang bersumber dari dalam diri. Hal tersebut disampaikannya saat membahas tema Karma Marga: Menemukan Jalan Hidup dan Jati Diri dalam sebuah program yang disiarkan stasiun televisi swasta berjaringan nasional.

Pria yang akrab disapa Pak Oles ini mengungkapkan, banyak orang mengejar kesuksesan namun melupakan kebahagiaan. Kesibukan dan kebingungan sering kali membuat seseorang tidak sempat mengheningkan diri untuk bertanya apakah jalan hidup yang ditempuh sudah selaras dengan tujuan, potensi, bakat, dan nilai-nilai nurani.

“Kita sering terlalu sibuk hingga lupa bertanya ke dalam diri sendiri. Apakah jalan yang kita tempuh ini sudah benar, sudah sesuai dengan potensi dan tujuan hidup kita. Dari situlah kebingungan kerap muncul,” ujarnya.

Menurut Wididana, untuk menemukan jalan yang benar, seseorang perlu meluangkan waktu mendisiplinkan diri melalui keheningan. Praktik seperti meditasi, kontemplasi, pranayama, bersamadhi, hingga yoga samadhi menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada suara hati nurani.

“Pergilah ke tempat yang hening dan sunyi. Lakukan meditasi dan kontemplasi agar kita menemukan jalan yang sesuai dengan hati nurani kita sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika seseorang telah menemukan jalan hidup yang benar, langkah selanjutnya adalah menjalaninya secara perlahan, memperluas dan memperkaya pengalaman, hingga tumbuh keyakinan bahwa jalan tersebut merupakan kebenaran bagi dirinya. Pada titik itulah kebahagiaan sejati akan hadir—baik dalam bekerja, bersosialisasi, melayani sesama, maupun mengejar kehidupan duniawi yang selaras dengan nilai kebenaran.

Alumnus Program Pascasarjana Fakultas Pertanian University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang (1987–1990) ini juga mengulas konsep Ananda, yakni kebahagiaan yang lahir dari kesadaran akan potensi diri dan pengamalan nilai-nilai hidup untuk kebaikan dan kesejahteraan.

“Ananda adalah kenikmatan menjalani hidup dengan sadar, bekerja sesuai nilai-nilai kebaikan. Sebelum ananda, ada rasa suka—kegembiraan yang mengantar kita pada kebahagiaan yang lebih dalam,” paparnya.

Lebih lanjut, Wididana menekankan pentingnya kontemplasi berkelanjutan melalui pengaturan napas dalam pranayama, postur tubuh dalam asana, serta samadhi sebagai puncak keheningan batin. Dalam keheningan itulah seseorang menemukan kebahagiaan, kegembiraan dalam bekerja, serta jati diri yang sejati.

“Ketika kita hening, kita bahagia. Saat bahagia, kita bekerja dengan gembira, kreatif, dan total. Dari sanalah kebahagiaan lahir dan batin tercapai, potensi diri berkembang, dan tujuan hidup dapat diwujudkan,” pungkasnya.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini