Konsep Ikigai kembali menjadi sorotan dalam webinar bertajuk “Finding & Mastering Ikigai” yang menghadirkan Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, yang akrab disapa Pak Oles, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Pak Oles menjelaskan bahwa Ikigai adalah visi dan misi hidup yang membuat seseorang terus bersemangat, memiliki gairah hidup, termotivasi dalam bekerja, serta selalu menemukan tujuan baru setiap hari.
“Ikigai itu yang memberikan power pada diri sendiri sehingga Anda semangat. Tujuan hidup itu bisa kita wujudkan. Bangun pagi pun penuh semangat,” ujarnya.
Menurut alumnus Faculty of Agriculture, University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang tersebut, seseorang yang kehilangan Ikigai akan kehilangan arah hidup. Dalam waktu singkat, kondisi ini bisa memicu stres, depresi, hingga gangguan kesehatan fisik.
“Kalau kehilangan Ikigai, orang bisa bingung, kehilangan arah, bahkan sakit secara pikiran dan fisik karena semangat hidup sudah hilang,” jelasnya.
Enam Hal yang Bisa “Membunuh” Ikigai
Pak Oles memaparkan ada enam faktor utama yang dapat menghancurkan semangat hidup seseorang:
1 Rasa Malas dan Gaya Hidup Pasif
Kurang gerak, enggan beraktivitas, pola pikir negatif, penyalahgunaan narkoba, hingga keputusan tergesa-gesa bisa membuat seseorang kehilangan peluang dan sumber daya hidupnya.
Ia mencontohkan seorang rekannya yang bangkrut karena keputusan bisnis tergesa-gesa, terjebak utang, stres berkepanjangan, hingga mengalami kerusakan organ di usia relatif muda.
2 Lingkungan Pertemanan Toksik
Relasi yang penuh kritik, hinaan, saling menyalahkan, dan perundungan (toxic relationship) dapat menggerus kepercayaan diri serta membunuh Ikigai.
3 Rasa Takut yang Melumpuhkan
Takut mencoba, takut belajar hal baru, hingga takut bersosialisasi membuat seseorang terjebak dan kehilangan perkembangan diri.
4 Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Pak Oles menekankan pentingnya the power of now. Menunda pekerjaan membuat beban mental menumpuk dan perlahan mematikan semangat hidup.
5 Takut Memulai
Keraguan melangkah menuju tujuan hidup sering muncul karena kurang percaya diri dan tidak jelasnya arah hidup.
6 Takut Gagal
Ketakutan terhadap kegagalan sering kali hanya berasal dari pikiran sendiri. Padahal, komentar orang lain tidak bisa dihindari, baik saat berhasil maupun gagal.
Cara Menemukan “Setengah Ikigai”
Pak Oles menjelaskan bahwa menemukan Ikigai bisa dimulai dari “setengah Ikigai”, yakni ketika seseorang:
Menguasai dan menyukai pekerjaannya
Merasa gembira saat mengerjakannya
Tidak mudah lelah
Merasa waktu berjalan cepat
Memiliki tujuan jelas dalam aktivitasnya
“Kalau Anda bersemangat, bergembira, merasa waktu cepat berlalu, dan punya tujuan jelas, berarti Anda sudah menemukan setengah Ikigai,” katanya.
Ikigai dan Nilai Ekonomi: Dari Hobi Jadi Profesi
Setelah menemukan gairah kerja, tahap berikutnya adalah membuat keahlian tersebut bernilai dan dibutuhkan dunia. Caranya:
Fokus pada produk atau layanan
Memberikan manfaat nyata
Pelayanan terbaik
Perbaikan berkelanjutan (kaizen)
Komitmen dan tanggung jawab pada kualitas
“Produk harus terus diperbaiki. Walaupun belum sempurna, proses menuju kesempurnaan itu penting,” tegasnya.
Promosi Jadi Kunci Pengakuan Dunia
Tahap akhir adalah memperkenalkan karya kepada masyarakat luas melalui:
Promosi online dan offline
Edukasi, seminar, dan pelatihan
Membangun reputasi keahlian
Dengan demikian, Ikigai tidak hanya menjadi semangat hidup, tetapi juga menjadi sumber nilai, profesi, dan kontribusi bagi masyarakat.
Webinar ini menegaskan bahwa menemukan Ikigai berarti menemukan alasan untuk bangun pagi dengan semangat, bekerja dengan gembira, serta menjalani hidup dengan arah yang jelas.linktr.ee/pakolescom

