
Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, menegaskan bahwa ikigai adalah hasrat atau gairah untuk hidup. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara tunggal dalam webinar bertajuk “Finding & Mastering Your Ikigai”, yang digelar oleh Bokashi Naturopati melalui aplikasi Zoom, Kamis (22/1/2026).
Dalam paparannya, sosok yang akrab disapa Pak Oles itu menyampaikan bahwa banyak orang belum menemukan ikigai-nya, bahkan apalagi menjadi ahli di bidang yang menjadi panggilan hidupnya. Kondisi tersebut kerap memicu stres, perasaan hidup tidak bermanfaat, hingga kehilangan arah.
“Banyak orang tidak menemukan apa ikigai-nya, sehingga merasa hidup tidak bermanfaat dan kehilangan arah,” ujarnya di hadapan puluhan peserta webinar.
Alumnus University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang ini menjelaskan bahwa konsep ikigai berasal dari Jepang, khususnya Okinawa. Masyarakat Okinawa dikenal memiliki usia panjang dan kualitas hidup yang baik karena menerapkan ikigai dalam keseharian mereka.
“Dengan ikigai, orang bisa bekerja dengan sehat, bahagia, dan menikmati hidup. Walaupun memiliki beban hidup yang berat, semuanya terasa lebih ringan,” jelasnya.
Menurut Pak Oles, hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang umur masyarakat Okinawa dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan, namun yang paling penting adalah kebahagiaan yang muncul dari dalam diri. “Yang terpenting adalah gaya hidup, yaitu bagaimana seseorang merasa happy dari dalam dirinya,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan makna kata ikigai dari huruf kanji Jepang, yakni iki yang berarti hidup atau kehidupan, dan gai yang berarti berharga atau bergairah. Dengan demikian, ikigai dimaknai sebagai hidup yang berharga dan penuh gairah.
“Kalau Anda memiliki hidup yang berharga dan bergairah, tentu Anda akan menjadi pribadi yang bahagia, bisa menikmati hidup dengan gembira di setiap momen,” ungkapnya.
Pak Oles menekankan bahwa ikigai bukanlah sesuatu yang dibuat, melainkan ditemukan. Setiap orang memiliki ikigai yang berbeda-beda. Ketika seseorang menemukan ikigai-nya, ia akan mampu bekerja dengan penuh kenikmatan, memperoleh penghasilan, hidup sehat, dan berpeluang memiliki umur panjang.
Dalam webinar tersebut, ia juga mengajak peserta untuk menemukan tujuan hidupnya masing-masing. Tujuan hidup itu bisa beragam, mulai dari membesarkan dan menyekolahkan anak, merawat orang tua, pasangan, hingga memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
“Itulah roh dari hidup, yaitu mengetahui tujuan hidup kita. Jika tujuan hidup sudah diketahui, maka kita akan mampu memahami dan memaknai arti hidup,” katanya.
Sebaliknya, lanjut Pak Oles, banyak orang yang jatuh sakit secara fisik maupun mental karena tidak mengetahui tujuan hidupnya. Kehilangan arah membuat seseorang merasa kosong dan mudah terjerumus pada perilaku negatif.
“Apapun profesi Anda marketing, guru, polisi, ASN, atau lainnya kalau sudah tahu tujuan dan maknanya, Anda akan merasa bahagia. Hidup menjadi sangat sederhana,” jelasnya.
Ia menutup pemaparannya dengan menegaskan pentingnya menikmati hidup melalui gaya hidup yang selaras dengan tujuan hidup masing-masing.
“Kita harus menikmati hidup dengan cara hidup yang berguna sesuai tujuan hidup kita, sehingga hidup bisa dijalani dengan bahagia, gembira, rileks, bebas, dan merdeka sampai akhir hayat,” tegas Pak Oles.
Menurutnya, menemukan ikigai berarti mengenali talenta dan keahlian diri, lalu mengembangkannya untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan kehidupan yang lebih baik.linktr.ee/pakolescom
