Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup dalam sebuah aktivitas.

Fenomena silent rebellion atau pemberontakan diam-diam di dunia kerja menjadi sorotan Direktur PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr. Fenomena ini mencerminkan sikap bekerja sekadarnya tanpa target, tanpa semangat, dan hanya mengikuti aturan minimum perusahaan sebagai bentuk perlawanan pasif terhadap sistem kerja yang dianggap tidak cocok.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Oles tersebut, fenomena ini ia temukan dari sebuah unggahan media sosial yang justru mendapat banyak respons positif dari warganet. Banyak netizen menyatakan setuju bekerja sekadar saja, bahkan rela berhenti atau dipecat, selama tidak merasa terbebani oleh tuntutan kerja.

“Saya melihat ini sebagai fenomena sosial dengan motto bekerja santai tapi kaya dan gaji tinggi,” ujar Pak Oles.

Generasi Santai dan Ilusi Kerja Mudah Kaya

Lulusan Faculty of Agriculture University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang ini menilai fenomena silent rebellion sangat berkaitan dengan munculnya apa yang ia sebut sebagai generasi santai atau generasi stroberi. Generasi ini kerap mengklaim diri kreatif dan inovatif, namun minim etos kerja dan mudah menyerah terhadap tekanan.

“Dalam dunia kerja dan dunia bisnis, tidak ada orang malas yang bisa hidup santai dengan banyak uang,” tegasnya.

Ia menilai media sosial telah membentuk ilusi bahwa kesuksesan dan kekayaan dapat diraih tanpa kerja keras. Konten-konten yang menampilkan gaya hidup santai, nongkrong di kafe, namun terlihat bergelimang materi, seolah menularkan pola pikir keliru kepada generasi muda.

Realitas Dunia Kerja Tak Bisa Ditipu

Pak Oles mengingatkan bahwa realitas dunia kerja memiliki hukum yang tidak bisa dilanggar. Mereka yang malas, tidak kreatif, dan tidak memiliki semangat juang, cepat atau lambat akan mentok pada kenyataan hidup.

“Suatu saat kepalanya akan terbentur tembok hukum kerja. Orang malas pasti miskin, orang yang tidak kreatif dan tidak bersemangat pasti kurang uang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya angka pengangguran dari kalangan lulusan S1 dan S2, yang menurutnya bukan semata karena kurangnya lapangan kerja, tetapi karena minimnya etos kerja dan kreativitas.

Pesan Tegas: Jangan Jadi Manusia Sekadar

Sebagai penutup, Pak Oles memberikan pesan tegas bagi para pekerja dan generasi muda agar tidak terjebak dalam pola pikir bekerja sekadarnya.

“Jika Anda ingin bekerja sekadar, maka Anda akan dibayar sekadar. Dan suatu saat Anda akan berhasil menjadi manusia sekadar saja — sekadar manusia,” pungkasnya.

Fenomena silent rebellion menjadi refleksi penting bagi dunia kerja Indonesia: antara tuntutan perusahaan, ekspektasi generasi muda, dan realitas bahwa kerja keras, kreativitas, serta semangat tetap menjadi kunci utama keberhasilan.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini