SMK Widya Utama Indramayu Belajar di Pak Oles

Yoyok menjelaskan manfaat tanaman obat kepada siswa SMK Widya Utama Indramayu.

Sebanyak 30 siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Widya Utama Indramayu, Jawa Barat jurusan farmasi melakukan kunjungan industri ke Pak Oles Green School (POGS) Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Kamis (18/11). Rombongan yang didampingi 9 orang guru diterima oleh kepala POGS, Koenjoro Adijanto dan Apt. Luh Ketut Budi Maitriani, S.Farm. Kepala bagian pemastian mutu Industri Obat Tradisional  (IOT) (pabrik1) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT).

Pada kunjungan tersebut, Maitriani menceritakan cikal bakal berdirinya Industri Obat Tradisional Pak Oles yang telah berkembang selama 24 tahun. Pada tahun 1997 Pak Oles yang lulusan University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang membuat produk herbal hasil dari gabungan lengis arak nyuh atau minyak kelapa yang disimpan dalam tungku minimal tiga bulan dan dicampur dengan rempah yang disebut dengan proses maserasi (metode ekstraksi dengan proses perendaman bahan dengan pelarut yang sesuai dengan senyawa aktif yang akan diambil dengan pemanasan rendah) dan digunakan sebagai obat.

Maitri menjelaskan sejarah berdirinya Industri PT Karya Pak Oles Tokcer

Dengan penggabungan dari teknologi EM (Effektive Microorganisms) dari Jepang dapat memberikan waktu maserasi yang lebih singkat, jadi dengan penambahan bakteri EM, proses pembuatan minyak lebih cepat hanya perlu waktu satu minggu. Dengan penggunakaan bakteri EM ini dapat dilakukan pemecahan sel-sel selulosa di bagian rempah yang disaring.

Minyak Oles Bokashi merupakan produk pertama Pak Oles yang awalnya merupakan Produk Rumah Tangga (PRT). Seiring dengan perkembangan peningkatan permintaan produk dari masyarakat di tahun 2000 didaftarkan menjadi produk jamu, obat tradisional dan membuat Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang sudah bisa memproduksi sediaan dalam. Dan di tahun 2000 berkembang menjadi Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) dan terus berkembang hingga menjadi Idustri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) yang berstandar badan BPOM satu-satunya di Bali.

Makrudin S.Fil (30) salah seorang guru pembimbing mengatakan kunjungan industri ini dapat menambah wawasan atau pengetahuan siswanya terkait dengan obat tradisional. Para siswa juga bisa menerima dan menerapkan apa  yang dilakukan Pak Oles. Apalagi eksistensi penggunaan produk herbal di Indramayu, Jawa Barat cukup tinggi dengan banyaknya terdapat toko jamu dan obat herbal.  linktr.ee/pakolescom